Nasib Mutia Bocah SMP Kerja 12 Jam Digaji Rp30 Ribu Hidupi Adik, Banjir Donasi, Kini Dibantu Dinsos
Shinta Dwi Anggraini July 06, 2026 05:46 PM

 

TRIBUNSUMSEL.COM - Mutia alias Lala, seorang siswi SMP di Kepulauan Riau harus berjuang hidup menjadi tulang punggung keluarga demi adik-adiknya.

Di usia belia yang seharusnya diisi dengan keceriaan masa sekolah, ia justru dipaksa keadaan untuk memeras keringat dari pagi hingga larut malam demi melindungi adik-adiknya dari kelaparan.

Pasalnya, ia harus terpisah dari kedua orang tua dan kakak sulungnya.

Saat ini, sang ayah diketahui tengah mendekam di sel tahanan Rutan Kelas I Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.

Baca juga: Sosok Mutia Bocah SMP Viral Jadi Tulang Punggung Kerja 12 Jam Digaji Rp30 Ribu Demi Nafkahi Dua Adik

Mutia menyebut jika sang ayah ditahan terkait kasus dugaan penyalahgunaan narkoba.

Sementara itu, sang ibu sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) sebelum akhirnya kini dibawa keluarga ke Batam.

remaja ini rela menghabiskan waktu hingga 12 jam sehari untuk bekerja sebagai buruh kasar hanya dibayar Rp20.000–Rp35.000. 

Setelah kisahnya viral dibagikan oleh akun TikTok @revsyaa pada Rabu (1/7/2026) lalu, kini kehidupan Mutia dan kedua adiknya mulai bangkit dari kesengsaraan.

Perhatian dari media sosial berhasil menggerakkan hati ribuan netizen yang berbondong-bondong menyalurkan bantuan dan donasi untuk meringankan beban hidupnya.

Langkah konkret juga datang dari jajaran pemerintah setempat.

Pihak Dinas Sosial dilaporkan telah turun tangan langsung ke lokasi untuk memberikan perlindungan. 

Saat ini, Mutia bersama kedua adiknya telah resmi dievakuasi dan ditempatkan di Rumah Pelayanan Rehabilitasi Sosial Anak (RPRSA) Ceria, Provinsi Kepri, guna mendapatkan perawatan, pemulihan, serta jaminan pendidikan yang lebih layak.

"Halo, terima kasih banyak teman-teman yang sudah peduli, khawatir, dan memberikan perhatian untuk kondisi Mutia. Terima kasih juga atas antusias serta doa baik yang terus menerus. saya sudah berkomunikasi dengan keluarga yang selama ini membantu Mutia, dan Alhamdulillah pihak Dinas Sosial juga sudah turun langsung ke lokasi untuk melakukan tindak lanjut. Semoga semua prosesnya berjalan lancar dan Mutia mendapatkan penanganan terbaik," pungkasnya.

Selain itu, Mutia bahkan kini telah menerima tawaran pengobatan gigi gratis dari seorang dokter.

Awal Mula Viral

Awal mula terkuaknya kisah kelam yang melilit nasib memilukan Mutia ini berawal dari ketidaksengajaan.

Seorang pengemudi ojek online lewat akun TikTok @revsyaa berpapasan dengan Mutia di jalanan sunyi sekitar pukul 22.00 WIB.

Dari obrolan di keheningan malam itulah, tabir perjuangan berat bocah tanpa KTP ini akhirnya terungkap ke hadapan publik.

Demi menyambung hidup, Mutia rela membanting tulang sebagai buruh kasar selama 12 jam dalam sehari.

Namun tragisnya, pengorbanan waktu dan tenaga yang begitu besar itu nyaris tidak menyisakan apa-apa karena habis terjepit biaya perjalanan.

"Aku tanya kerja di mana, dia cerita kalau berangkat kerja jam 9 pagi dan pulang jam 9 malam. Gajinya sekitar 25–30 ribu sehari, sedangkan ongkos pergi pulang 24 ribu. Kadang yang dibawa pulang cuma sisa 6 ribu," tulis penggalan cerita dalam unggahan tersebut.

"Aku sempat heran dan nanya, “Emang kamu butuh uang buat apa sampai mau kerja digaji segitu?” Dia cuma jawab,

“Buat hidup, Kak. Sekarang susah. Aku belum punya KTP, belum bisa kerja di kafe, jadi aku cari aja yang mau nerima aku kerja.” tambahnya lagi. 

Saat ini, sang ayah diketahui tengah mendekam di sel tahanan Rutan Kelas I Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.

Mutia menyebut jika sang ayah ditahan terkait kasus dugaan penyalahgunaan narkoba.

Sementara itu, sang ibu sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) sebelum akhirnya kini di bawa keluarga ke Batam.

"Waktu itu dibawa sama kawan, kan mama itu sakit di bawah ke RSJ gak lama setelah ayah ditangkap, habis itu dibawa sama kakaknya mama karena ga tega di RSJ jadi dibawa ke Batam," tutur Mutia," ujarnya.

Baca juga: Sosok Pelaku Kecelakaan Maut Tewaskan 9 Biksu di Thailand, Bocah 11 Tahun Berkebutuhan Khusus

Mutia pun harus terpaksa menghidupi adik-adiknya setelah sang kakak turut pergi ke Batam dan tidak pernah kunjung pulang.

Kondisi tanpa orang tua inilah yang mengetuk pintu hati Mutia untuk tidak menyerah demi kelangsungan hidup dua adiknya.

Kondisi memilukan yang dialami Mutia mendapat perhatian luas masyarakat terutama pengguna media sosial dengan memberikan donasi. 

Sempat Dikira Warga OKU Sumsel 

Kisah viral Mutia sempat memicu kesimpangsiuran mengenai lokasi tempat tinggalnya. 

Tidak sedikit netizen sempat berspekulasi bahwa remaja tangguh ini tinggal di Kelurahan Talang Jawa, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan.

Namun, setelah ditelusuri oleh pihak Kelurahan Talang Jawa, Babinsa Brigpol M. Ridho Jaya Saputra, hingga Kadinsos OKU Syaiful Anwar, dipastikan bahwa Mutia bukan merupakan warga wilayah tersebut.

"Kami sudah melakukan penelusuran di Kelurahan Talang Jawa, tidak ada anak tersebut," ujar Lurah Talang Jawa yang dikonfirmasi TribunSumsel.com via telepon, Senin (6/7/2026). 

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten (OKU), Syaiful Anwar yang juga dikonfirmasi mengatakan pihaknya belum ada. 

"Kami masih menelusuri, tapi sejauh ini belum ada," tandas Kadinsos OKU.

(*)

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.