Pembangunan Sekolah Rakyat di Barru Belum Tuntas, Pekerja Fokus Kerja Aula
Alfian July 06, 2026 06:07 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, BARRU - Pekerja proyek masih berjibaku mengerjakan bangunan sekolah rakyat di Desa Lawallu, Kecamatan Soppeng Riaja, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.

Sekolah Rakyat merupakan program yang dicanangkan Pemerintah Indonesia menyediakan pendidikan gratis berasrama bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.

Di Sulawesi Selatan sudah ada 12 Sekolah Rakyat yang sudah terbangun dan beroperasi secara permanen tersebar di sejumlah kabupaten/kota.

Kemudian untuk saat ini ada 9 unit Sekolah Rakyat yang masih dalam tahap pembangunan salah satunya berada di Desa Lawallu, Kabupaten Barru.

Desa Lawallu berjarak sekitar 23 Km dari pusat kota Barru.

Dari pantauan reporter Tribun-Timur.com, Senin (6/7/2026) pagi di lokasi, sejumlah pekerja terlihat fokus merampungkan beberapa fasilitas utama sekolah, termasuk gedung serbaguna dan bangunan pos jaga.

Untuk di area depan sekolah, pagar tembok sudah berdiri.

Baca juga: Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Rakyat di Sulsel 14 Juli, Satu Kelas 30 Siswa

Tampak seorang pekerja sibuk melakukan pengecatan pada dinding pagar.

Di sebelah kiri pintu masuk utama, sebuah pos penjagaan juga sedang dibangun.

Pekerja terlihat memasang rangka baja ringan di atas pos tersebut.

Sementara untuk dinding pos belum dilakukan pengecatan.

Di pintu masuk utama beberapa mobil truk masuk mengangkut material batu dan pasir ke dalam area proyek.

Selain itu, sebuah mobil tangki berisi air juga terlihat melintas masuk.

Dari pintu masuk, gedung serbaguna bisa terlihat.

Beberapa pekerja masih memasang atap.

Sementara di bagian dalam gedung serbaguna, struktur rangka besi ramai terpasang.

Baca juga: Kadinsos Sulsel: Gedung Permanen Sekolah Rakyat Rampung Sebelum MPLS Juli 2026

Pekerja masih memasang plafon gedung serbaguna tersebut.

Tepat di depan gedung serbaguna, terdapat hamparan lapangan rumput hijau.

Seorang pekerja sedang melakukan penyiraman.

Beralih ke sisi samping aula, berdiri sebuah bangunan dua lantai yang diperuntukkan sebagai ruang kelas dan fasilitas belajar mengajar.

“Gedung SMP itu,” ujar Budi Artono, petugas keamanan (Satpam) yang berjaga di pos depan.

Berbeda dengan gedung serbaguna yang masih dalam tahap perampungan struktur atas, gedung SMP dua lantai belum terisi apapun.

“Belum ada kursi sama mejanya,” kata Budi Artono.

Atap bangunan sudah terpasang sepenuhnya.

Dinding luar gedung juga telah dibalut cat dengan dominasi warna putih bersih yang dipadukan dengan aksen garis orange.

“Lantai di dalamnya juga sudah dipasangi tehel (keramik),” tambah Budi Artono.(*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.