40 Tahun Jual Nasi Lemak Rp14 Ribuan, Penjual Ini Pantang Naikkan Harga
GH News July 06, 2026 06:09 PM
Jakarta -

Selama hampir empat dekade, penjual nasi lemak di kawasan Toa Payoh, Singapura, tidak pernah menaikkan harga jualannya. Harganya hanya SGD 1 atau sekitar Rp14 ribuan.

Harga makanan yang sangat murah tetap dipertahankan oleh pemilik kedai, meski biaya sewa dan harga bahan baku terus meningkat dari tahun ke tahun.

Dilansir dari STOMP (06/07/2026), kedai Makan Muhajirin di Lorong 7 Toa Payoh kini dikelola oleh generasi kedua, Mohamed Hajirin Mohd Tahir.

Ia meneruskan tradisi yang diwariskan kedua orang tuanya dengan tetap menjual nasi lemak murah sebagai bentuk kepedulian kepada warga sekitar.

Hajirin mengungkapkan bahwa keputusan mempertahankan harga bukan semata-mata pertimbangan bisnis.

40 Tahun Jual Nasi Lemak Rp14 Ribuan, Penjual Ini Pantang Naikkan Harga40 Tahun Jual Nasi Lemak Rp14 Ribuan, Penjual Ini Pantang Naikkan Harga Foto: Site News

"Motivasi terbesar saya berasal dari orang tua. Saat membantu mereka berjualan, mereka mengajarkan banyak hal tentang kehidupan dan membuka mata saya terhadap kebutuhan warga sekitar di Toa Payoh. Dari situlah muncul semangat saya untuk meneruskan usaha ini," ujarnya.

Setiap hari, kecuali Senin saat kedai tutup, mereka menjual sekitar 500 hingga 600 bungkus nasi lemak seharga SGD 1. Satu porsi berisi nasi lemak, telur, mentimun, sambal, ikan teri, dan kacang tanah. Pelanggan juga bisa menambahkan ayam goreng dengan biaya tambahan SGD 1,50 (Rp21 ribu).

Sang istri sekaligus rekan pengelola, Norazlina Md Yusoff, mengatakan banyak pelanggan dari berbagai wilayah Singapura memesan nasi lemak dalam jumlah besar untuk dibagikan kepada lansia dan warga yang membutuhkan.

"Menu ini sudah menjadi ciri khas kami. Kami ingin mempertahankan warisan ini sekaligus berbagi kepada masyarakat. Selama masih mampu, kami akan terus menjual nasi lemak seharga SGD 1," kata Norazlina.

40 Tahun Jual Nasi Lemak Rp14 Ribuan, Penjual Ini Pantang Naikkan Harga40 Tahun Jual Nasi Lemak Rp14 Ribuan, Penjual Ini Pantang Naikkan Harga Foto: Site News

Untuk menyiasati kenaikan biaya operasional, pasangan ini memilih menaikkan harga menu lain di kedai mereka seperti mee siam, mee rebus, dan lontong menjadi SGD 4 (Rp55 ribu), naik 50 sen dibandingkan tahun lalu.

Sementara itu, harga sewa kedai naik dari SGD 3.500 (Rp49 juta) menjadi SGD 4.000 (Rp57 juta) per bulan, sedangkan harga beras, tepung, dan bahan pokok lainnya meningkat sekitar 20-30%.

"Kami tetap mempertahankan harga nasi lemak SGD 1. Kalau biaya naik, kami menyesuaikan harga menu lain," ujar Norazlina.

Hajirin mengakui kemampuan mereka menahan kenaikan harga tentu ada batasnya.

"Kalau sewa mencapai sekitar SGD 5.000 (Rp70 juta) per bulan, akan sangat sulit mempertahankan harga sekarang. Mungkin saat itu nasi lemak SGD 1 sudah tidak ada lagi," tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.