Dua Polisi yang Hilang Usai Penggerebekan Bandar Sabu Ternyata Dibunuh, Ditemukan Sudah Jadi Mayat
Eko Setiawan July 06, 2026 06:29 PM

 

TRIBUNBATAM.id, KASONGAN – Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan Aiptu Sumariyanto, personel Polres Katingan yang sebelumnya dilaporkan hilang usai insiden bentrokan saat penggerebekan bandar sabu di Desa Tumbang Kalamei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (5/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, tepatnya pada hari keempat operasi pencarian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palangka Raya, Ketut Alit Supartana mengatakan, jasad korban ditemukan setelah Tim SAR menerima laporan masyarakat terkait adanya sesosok tubuh yang tersangkut di kayu di aliran DAS Katingan.

"Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," ujar Alit.

Setelah ditemukan, jenazah Aiptu Sumariyanto langsung dievakuasi menuju RS Bhayangkara Palangka Raya untuk menjalani proses autopsi.

Alit menjelaskan, korban ditemukan di wilayah Desa Rantau Asem, berjarak sekitar delapan kilometer dari titik awal korban dinyatakan hilang.

Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono membenarkan penemuan tersebut. Namun terkait penyebab pasti kematian serta kondisi luka pada tubuh korban, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan forensik.

"Masih menunggu hasil autopsi," katanya.

Diketahui, Aiptu Sumariyanto merupakan satu dari dua personel Satresnarkoba Polres Katingan yang sempat dinyatakan hilang usai operasi penggerebekan dua terduga bandar sabu berinisial BIO dan BU di Desa Tumbang Kalamei pada Kamis (2/7/2026) dini hari.

Dalam operasi tersebut diduga terjadi perlawanan dari keluarga target, sehingga bentrokan tak dapat dihindari. Situasi itu mengakibatkan personel kepolisian berupaya menyelamatkan diri dengan menyeberangi sungai.

Insiden tersebut menelan korban jiwa, yakni Aiptu (Anumerta) Yudhie Perdana Putra dan seorang warga bernama Teriyo (40). Sementara dua anggota yang sempat dinyatakan hilang adalah Bripda Nopandri Ramadhana dan Aiptu Sumariyanto.

Sebelumnya, Bripda Nopandri Ramadhana lebih dulu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (4/7/2026) di aliran Sungai Katingan.

Dengan ditemukannya seluruh korban, Basarnas menyatakan seluruh rangkaian operasi SAR resmi ditutup.(*)

Sumber: Tribunkalteng.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.