Tak Hanya Bologun, Ini 5 Pemain yang Diuntungkan Aturan Skorsing FIFA untuk Piala Dunia 2026
Elfan Fajar Nugroho July 06, 2026 07:44 PM

TRIBUNWOW.COM-  Inilah lima pemain yang masuk dalam daftar penerima keringanan FIFA di Piala Dunia 2026.

Pemain lain yang sebelumnya dapat keringanan FIFA adalah Cristiano Ronaldo (Portugal), Nicolás Otamendi (Argentina), Moisés Caicedo (Ekuador), Tarek Salman (Qatar), dan Folarin Balogun (Amerika Serikat).

Cristiano Ronaldo termasuk contoh penerapan kebijakan tersebut.

Kapten Portugal itu sebelumnya dijatuhi hukuman larangan bermain tiga pertandingan setelah menerima kartu merah saat lawan Republik Irlandia di Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Baca juga: Hasil Amerika Serikat Vs Paraguay Babak 1: Cetak Gol Bunuh Diri Pertama, Folarin Catatkan Brace

Namun, Komite Disiplin FIFA memutuskan menangguhkan pelaksanaan sebagian sanksinya sehingga Ronaldo.

Ronaldo akhirnya hanya menjalani larangan bermain satu pertandingan dan tetap dapat memperkuat Portugal sejak laga pembuka Piala Dunia 2026.

Selain Ronaldo, Nicolás Otamendi dan Moisés Caicedo juga tidak menjalani hukuman satu pertandingan di putaran final.

Dikutip dari Fox Sports, sanksi yang diterima kedua pemain itu tidak dibawa ke Piala Dunia karena mengikuti perubahan regulasi FIFA mengenai akumulasi hukuman dari kompetisi sebelumnya.

Sementara itu, bek Qatar Tarek Salman juga tetap memenuhi syarat tampil.

Berdasarkan penjelasan yang dirangkum dari sejumlah laporan media internasional, hukuman dua pertandingan yang diterimanya dialihkan ke kompetisi lain sehingga tidak berlaku pada putaran final Piala Dunia.

Nama Folarin Balogun menjadi kasus terbaru yang memicu perdebatan.

Dikutip dari Reuters, penyerang Amerika Serikat yang memperkuat AS Monaco itu sempat dipastikan absen usai menerima kartu merah saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina pada babak 32 besar.

Namun, FIFA kemudian menangguhkan pelaksanaan hukuman tersebut berdasarkan kewenangan Komite Disiplin sebagaimana diatur dalam Pasal 27 Kode Disiplin FIFA.

Keputusan itu membuat Balogun tetap dapat membela Amerika Serikat pada pertandingan berikutnya.

Beragam keputusan tersebut memunculkan perdebatan di kalangan pecinta sepak bola.

Pasalnya, meski FIFA menegaskan setiap kasus diputuskan berdasarkan pertimbangan Komite Disiplin dan regulasi yang berlaku, sejumlah pihak mempertanyakan konsistensi penerapan aturan.

Kasus Balogun yang melibatkan Amerika Serikat bahkan memicu protes resmi dari Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA) yang menilai kartu merah seharusnya berujung pada skorsing otomatis sesuai regulasi Piala Dunia.

Dengan munculnya beberapa kasus serupa, kebijakan FIFA mengenai penangguhan maupun pengalihan skorsing kartu merah diperkirakan masih akan menjadi salah satu isu yang terus diperbincangkan sepanjang berlangsungnya Piala Dunia 2026.

Kasus yang melibatkan Amerika Serikat pun menjadi contoh terbaru bagaimana penerapan aturan disiplin FIFA kembali berada di bawah sorotan publik.

(TribunWow.com/Peserta Magang dari Universitas Sebelas Maret/Najwa Aurora Setya Jaya)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.