Pencanangan AHA Poputi Masjid Quba Al-Bayan Soa Hautuna, Negeri Seith: Dorong Pusat Pembinaan Umat
Mesya Marasabessy July 06, 2026 09:52 PM

 Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menghadiri pencanangan pemasangan AHA Poputi atau atap pertama Masjid Quba Al-Bayan Soa Hautuna, Negeri Seith, Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah, yang berlangsung di pelataran masjid, Sabtu 4 Juli 2026 kemarin. 

Prosesi yang berlangsung di pelataran mesjid itu menjadi momentum penting bagi masyarakat Negeri Seith.

Tradisi pemasangan atap pertama bukan hanya menandai tahapan pembangunan fisik rumah ibadah, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan yang diwariskan secara turun temurun. 

Kesempatan itu, dihadiri Anggota DPR RI Dapil Maluku Saadiah Uluputty, Wakil Bupati Maluku Tengah, Kapolda Maluku, Sekretaris Daerah Maluku, Direktur Utama PD Panca Karya, Guru Besar Universitas Pattimura Prof. M.J. Sapteno, pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, Forkopimcam Leihitu, Upulatu Negeri Seith, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, serta tamu undangan lainnya.

Baca juga: Forum Masyarakat Tanimbar Tegaskan Dukungan untuk Groundbreaking Blok Masela

Baca juga: Densus 88 Gandeng Diskominfo Maluku Perkuat Literasi Digital Tangkal Radikalisme

Simbol Kebersamaan dan Syiar Islam

Dalam sambutan Gubernur Maluku menyampaikan apresiasi kepada panitia, para donatur dan seluruh masyarakat Negeri Seith atas semangat gotong royong dalam pembangunan masjid.

Menurutnya, pemasangan atap masjid bukan sekadar tahapan konstruksi, tetapi menjadi simbol kebersamaan, kekompakan, dan semakin kokohnya syiar Islam.

Gubernur menjelaskan, AHA Poputi yang dikenal masyarakat Negeri Seith memiliki nilai filosofis yang mendalam.

Bahwa atap bukan sekedar pelindung bangunan, tetapi juga melambangkan naungan yang menghadirkan keteduhan, persatuan, dan keberkahan bagi seluruh umat.

Karena itu ia berharap Masjid Quba Al-Bayan Soa Hautuna nantinya berkembang menjadi pusat kehidupan masyarakat, tidak hanya untuk pelaksanaan ibadah, tetapi juga menjadi ruang pembinaan generasi muda, pendidikan keagamaan, kegiatan sosial, hingga memperkuat karakter masyarakat. 

Bahwa mesjid memiliki fungsi yang strategis dalam menjaga kehidupan bermasyarakat dan perekat ukhuwah Islamiyah.

"Saya berharap masjid ini nantinya tidak hanya menjadi tempat ibadah yang megah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan pembinaan moral masyarakat yang membawa kesejukan bagi lingkungan sekitar," ujar Gubernur.

Tak lupa diajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat hidup orang basudara hingga pembangunan Masjid Quba Al-Bayan selesai.

Ia juga berharap setiap tenaga, waktu, dan harta yang diwakafkan menjadi amal jariah yang pahalanya terus mengalir serta mengajak seluruh pihak mengawal pembangunan masjid agar dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemakmuran umat. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.