Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Forum Masyarakat Tanimbar Maluku, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Provinsi Maluku dalam menyukseskan Groundbreaking Lapangan Abadi Blok Masela dalam waktu dekat ini.
Agenda Groundbreaking atau peletakan batu pertama proyek gas raksasa Blok Masela di Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar itu direncanakan berlangsung pada pertengahan Juli 2026.
Kabarnya, akan diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Baca juga: Densus 88 Gandeng Diskominfo Maluku Perkuat Literasi Digital Tangkal Radikalisme
Baca juga: 5 Kali Gagal Tak Bikin Menyerah, Agung Lambiombir Kini Selangkah Lagi Jadi Taruna Akmil 2026
Tentu dukungan itu dinilai menjadi modal penting menciptakan situasi aman dan kondusif bagi Investasi terbesar di Maluku.
Dukungan itu disampaikan saat Forum Masyarakat Tanimbar Maluku melakukan kunjungan silaturahmi sekaligus audiensi dengan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa di Ruang Rapat Gubernur Maluku pada Senin (6/7/2026).
Ketua Forum Masyarakat Tanimbar Maluku, Jan Atremax Terry, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Maluku yang telah menerima forum untuk berdialog secara terbuka mengenai perkembangan proyek strategis nasional itu.
Dalam kesempatan itu, forum juga menyerahkan pernyataan sikap yang pada prinsipnya mendukung seluruh kebijakan Pemerintah Provinsi Maluku dalam menyukseskan pelaksanaan Groundbreaking Blok Masela nantinya.
Terhadap dukungan itu, Gubernur Maluku memandang perlu, sebab keterlibatan masyarakat dan tokoh adat menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas daerah sehingga pelaksanaan proyek investasi dapat berjalan aman, tertib, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Maluku tetap konsisten memperjuangkan agar investasi Blok Masela tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya warga Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Menurut Hendrik, Lapangan Abadi Blok Masela merupakan investasi terbesar yang pernah hadir di Maluku sejak Indonesia merdeka.
Maka dari itu, sudah sepatutnya elemen masyarakat dapat menjaga persatuan serta menghindari berbagai narasi negatif yang berpotensi menghambat pembangunan.
Ia mengajak masyarakat menjadikan investasi tersebut sebagai momentum bersama untuk mendorong transformasi ekonomi daerah. (*)