Misteri Hilangnya Nadira Az Zahra, Chat Terakhir ke Ibu dan Rekaman CCTV Jadi Sorotan
Rita Lismini July 06, 2026 09:54 PM

TRIBUNBENGKULU.COM - Misteri hilangnya mahasiswi Telkom University, Nadira Az Zahra, hingga kini masih menyisakan banyak tanda tanya.

Sepekan setelah dilaporkan menghilang, keberadaan perempuan berusia 21 tahun asal Bandung, Jawa Barat, itu masih belum diketahui.

Di tengah proses pencarian, keluarga mulai mengungkap sejumlah petunjuk yang diduga menjadi jejak terakhir Nadira sebelum menghilang.

Salah satunya adalah isi percakapan terakhir yang sempat dikirim Nadira kepada sang ibu.

Selain itu, rekaman kamera pengawas atau CCTV juga berhasil merekam aktivitas terakhir Nadira di lingkungan Telkom University pada Selasa, 30 Juni 2026.

Rekaman tersebut menjadi salah satu petunjuk penting yang kini ditelusuri keluarga dan pihak terkait.

Paman Nadira, Budi Purwana Yodhaswara, mengatakan hingga saat ini belum ada informasi yang benar-benar memastikan keberadaan keponakannya.

Meski sempat terpantau bergerak keluar dari area kampus berdasarkan rekaman CCTV, jejak Nadira kembali hilang setelah itu.

Temuan tersebut disebut sejalan dengan waktu pengiriman pesan terakhir Nadira kepada ibunya sebelum komunikasi terputus.

Keluarga pun berharap petunjuk dari chat maupun rekaman CCTV dapat membantu mengungkap keberadaan Nadira yang masih dalam pencarian.

Chat terakhir

Dalam wawancara di kanal youtube tv one news, Budi menceritakan bahwa Nadira terakhir kali terekam CCTV sedang berada di lingkungan kampus Telkom University (Tel-U) pada Selasa (30/6/2026).

"Sampai hari ini kami masih belum menemukan informasi yang terkonfirmasi jelas. Beberapa memang setelah dipantau CCTV area kampus, terpantau ada pergerakan waktu ke luar kampus, tapi setelah itu kembali kehilangan jejak," ungkap Budi dikutip TribunnewsBogor.com pada Senin (6/7/2026).

Rekaman CCTV itu berkesesuaian dengan chat terakhir Nadira ke sang ibu.

Budi bercerita bahwa saat tiba di kampus, Nadira langsung menghubungi sang ibu via chat.

Tak disangka, chat tersebut adalah yang komunikasi terakhir Nadira dengan keluarga.

Sebab setelahnya, Nadira raib tak bisa dihubungi sama sekali.

"WA terakhir itu pukul 10.19 pagi hari Selasa 30 Juni, WA-nya bunyinya 'mah adek udah sampai kampus'. Setelah itu dua jam kemudian WA mati tidak bisa dikontak, ditelepon mati, ternyata itu keluar dari semua grup. Itu yang membuat kami agak panik. Sampai saat ini belum ada komunikasi," pungkas Budi.

Bukan cuma ponselnya yang tak bisa dihubungi, Nadira juga mendadak tak bisa dikontak melalui media sosial.

Hal itu lantaran secara tiba-tiba semua akun medsos Nadira lenyap.

"Coba dikontak, handphone dalam keadaan mati. Seluruh media sosial dihapus. Saya tidak bisa memastikan apakah yang bersangkutan yang menghapus atau orang lain yang menghapus. Yang jelas jejak digitalnya sudah sangat sulit kami lacak," imbuh Budi.

Sosok Nadira

Terkait dengan sosok Nadira, Budi memujinya.

Di mata keluarga, Nadira adalah anak yang baik dan berprestasi.

Selama ini pun Nadira dikenal sebagai anak yang membanggakan terlebih bisa berkuliah di ITB.

Namun saat sudah diterima kuliah di ITB, Nadira memutuskan untuk mengambil cuti dan berkuliah di Tel-U.

"Nadira ini anak baik, anak sholeh, anak yang punya prestasi. Dia kuliah di ITB, kemudian dia minta cuti sebentar untuk lanjutkan kuliah di Tel-u. Dia waktu berangkat pamit baik-baik, seperti biasa kalau berangkat ke kampus pakaiannya rapi, dia dijemput oleh ojol dan terkonfirmasi CCTV dia sampai di kampus pukul 10.19," kata Budi.

Sementara itu di mata orang tuanya, Nadira adalah sosok yang ramah dan terbuka.

"Anak ini ceria banget, terbuka, anak satu-satunya di rumah yang kedekatan dengan ibu bapaknya itu seperti sahabatan, bikin iri orang, itu yang kami masih kebingungan," sambungnya.

Mendadak pindah kampus

Lebih lanjut diungkap Budi, Nadira tidak pernah terlibat konflik dengan keluarga.

Hanya saja beberapa waktu lalu keluarga besar sempat mempertanyakan alasan Nadira mendadak ingin cuti kuliah di ITB dan berpindah ke Tel-U.

Kala itu Nadira beralibi bahwa ia butuh atmosfer perkuliahan yang baru.

"Satu-satunya yang terjadi diskusi di internal keluarga adalah permohonan cuti dia di ITB karena dia ingin mencari atmosfer baru, mencari ruang ilmu yang baru, walaupun kami tawarkan untuk kuliah di kampus lain dan pilihannya di kampus Tel-u," ujar Budi.

Guna mencari keberadaan Nadira, pihak Polrestabes Bandung masih melakukan penyelidikan.

"Baru tadi kami dikunjungi oleh pihak Polrestabes kami dimintai data tambahan, data handphone yang biasa digunakan mungkin bisa ditracing dari ime, teman-teman kepolisian akan terus bergerak," pungkas Budi.

Dalam tayangan televisi tersebut, Budi menitipkan pesan untuk Nadira jika melihat videonya.

Budi berharap Nadira bisa memberi kabar ke orangtuanya terkait kondisinya.

"Khusus untuk Nadira, nak kalau kamu dengar ini di manapun, pulanglah, kasihan papa mama sakit, kerinduan ini sangat membuncah, sekiranya bisa kembali ke keluarga, paling tidak berkomunikasi, paling tidak sampaikan informasi," kata Budi.

Bagi yang pernah melihat, bertemu, atau punya informasi terkait keberadaan Nadira, bisa menghubungi Direktorat Kemahasiswaan, Karier dan Alumni Telkom University melalui nomor 0812-1424-2600.

 

 

Sumber: Tribun Bogor

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.