TRIBUN-TIMUR.COM, BARRU – Kontingen Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Barru kembali mengharumkan nama daerah di ajang Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI tingkat Sulawesi Selatan 2026.
Prestasi tersebut dipersembahkan Yeni Amalia, guru kelas IV Sekolah Dasar (SD) yang sukses meraih medali emas pada cabang olahraga catur putri.
Turnamen yang berlangsung di Kabupaten Sidrap itu diikuti para guru terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
Yeni memastikan medali emas untuk PGRI Barru setelah melalui enam babak pertandingan yang berlangsung ketat.
Pada babak penentuan, guru kelahiran Parepare, 16 Januari 1999 itu berhasil mengalahkan Fasihah, pecatur utusan PGRI Kabupaten Bulukumba.
Kemenangan tersebut sekaligus mempertahankan dominasi kontingen Barru di nomor catur putri.
"Alhamdulillah, rasa syukur, bangga, dan haru bercampur jadi satu," ujar Yeni Amalia saat dihubungi Tribun-Timur.com melalui WhatsApp, Senin (6/7/2026).
Di sekolah tempatnya mengajar, perempuan berusia 27 tahun itu akrab disapa Ibu Yeni.
Ia mengaku mempertahankan gelar juara jauh lebih sulit dibanding merebutnya.
Baca juga: Tim Voli Putra dan Putri Enrekang Juara Porsenijar di Sidrap
Menurut Yeni, persaingan catur putri pada Porsenijar tahun ini berlangsung sangat ketat.
Bahkan, lawan terberatnya datang dari kontingen Kabupaten Wajo yang terus bersaing ketat dalam perolehan poin hingga babak kelima.
"Pemain utusan Wajo itu lumayan jago. Mereka bahkan tidak pernah kalah. Poin kami sempat sama," kenangnya.
Meski sempat diliputi rasa gugup sebelum bertanding, Yeni berusaha mengendalikan emosinya ketika duduk di depan papan catur.
"Jujur ada rasa takut dan deg-degan. Tapi di papan catur saya mencoba lebih santai dan tetap fokus pada taktik," katanya.
Menurut Yeni, ketenangan menjadi kunci utama meraih kemenangan.
"Jangan gegabah, belajar untuk menahan ego. Biar setiap langkah yang kita ambil betul-betul dari pikiran yang jernih," ujarnya.
Ia meyakini keputusan terbaik selalu lahir dari pikiran yang tenang, bukan dari kepanikan.
Di balik sederet prestasinya, Yeni tumbuh dari keluarga sederhana.
Ia merupakan anak kedua dari lima bersaudara, putri pasangan Saharuddin dan Hadariah.
Ayahnya bekerja sebagai tukang servis mesin jahit, sedangkan sang ibu merupakan ibu rumah tangga.
Keterbatasan ekonomi tidak menghalangi semangat Yeni untuk terus berprestasi.
Perempuan yang kini berstatus guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu itu memegang teguh prinsip hidup sederhana, terus berbuat baik, bersyukur, dan selalu berpikir positif.
Prestasi di Sidrap bukan kali pertama ia persembahkan untuk Kabupaten Barru.
Sebelumnya, Yeni juga meraih medali emas pada Pekan Olahraga (POR) PGRI VI di Kabupaten Soppeng tahun 2023.
Pada tahun 2024, ia kembali menunjukkan kemampuannya dengan menyabet dua medali emas pada Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Barru di nomor catur cepat dan catur klasik.
Bakat bermain catur sudah dimiliki Yeni sejak masih duduk di bangku kelas IV SD Negeri 71 Parepare.
Ia mengaku mulai mengenal olahraga tersebut berkat sang ayah.
"Sering latihan sama bapak," tuturnya.
Kemampuan bermain caturnya terus berkembang saat menempuh pendidikan di SMP Negeri 8 Parepare hingga berhasil mewakili daerah pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat nasional tahun 2013.
Setelah lulus dari SMA Negeri 1 Parepare pada 2017, Yeni sempat vakum bermain catur selama menjalani pendidikan di Universitas Negeri Makassar (UNM).
Ia baru kembali aktif bermain pada tahun 2021 dan bergabung dengan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Barru pada 2023.
Kini, selain mengajar, Yeni juga aktif mengenalkan olahraga catur kepada murid-muridnya.
Pada waktu istirahat sekolah, ia kerap mengajak para siswa bermain catur sebagai sarana melatih konsentrasi, strategi, dan kesabaran.
Melalui prestasi yang diraihnya, Yeni berharap olahraga catur di Kabupaten Barru semakin berkembang.
"Semoga ke depan makin banyak turnamen catur yang diadakan di tingkat kabupaten. Biar generasi baru muncul dan ada bibit-bibit unggul yang terlihat," harapnya.(*)