– Jalanan di ibu kota Iran, Teheran, berubah menjadi lautan manusia setelah jutaan pelayat berpakaian hitam membanjiri seluruh sudut kota pada Senin (6/7/2026) untuk mengiringi prosesi pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Peti mati yang membawa jenazah Ali Khamenei tampak diselimuti dengan bendera kebangsaan Iran dan diarak perlahan di atas sebuah kendaraan khusus melewati kerumunan massa yang menangis histeris. Dilansir dari laporan AP News, konsentrasi massa yang memadati jalan-jalan utama Teheran ini diperkirakan jauh lebih masif dan besar ketimbang momen pemakaman legendaris Jenderal Garda Revolusi Qassem Soleimani pada tahun 2020 silam.
Suasana duka yang mendalam seketika berubah menjadi ketegangan politik saat seruan demi seruan perlawanan mulai menggema dari tengah kerumunan. Jutaan massa secara serempak meneriakkan yel-yel tuntutan balas dendam atas kematian pemimpin mereka, lengkap dengan seruan yang menargetkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Tak hanya meneriakkan slogan, sejumlah kelompok pelayat juga tampak membentangkan poster dan spanduk berukuran besar yang secara eksplisit menyerukan kecaman keras serta kematian bagi orang nomor satu di AS tersebut. Meski pihak berwenang Teheran belum merilis secara resmi estimasi jumlah total massa, media internasional memperkirakan angka kehadiran pelayat telah menembus jutaan orang dalam ritual pelepasan ini.