Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hanggara Pratama
TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG - Harapan Misnadi, seorang lansia asal Desa Banyukapah, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, untuk memperoleh bantuan pangan masih belum terwujud.
Meski telah dua kali mendatangi balai desa, bantuan yang diharapkan belum juga dapat diterima.
Di usia senja, Misnadi hidup dalam kondisi serba terbatas sambil mengasuh cucunya, Zainuddin (16), yang telah kehilangan kedua orang tuanya.
Keduanya tinggal di rumah sederhana dan kerap mengandalkan bantuan warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Ya beginilah kondisi kami, masak saja kadang dikasih tetangga," ujar Misda, Senin (6/7/2026).
Misnadi berharap bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng atas nama saudaranya, Rofi'ah, dapat membantu memenuhi kebutuhan mereka. Namun, hingga kini bantuan tersebut belum berhasil dibawa pulang.
Misnadi mengatakan telah dua kali meminta Zainuddin datang ke balai desa dengan membawa surat undangan pengambilan bantuan serta Kartu Keluarga (KK).
Baca juga: Duduk Perkara Duel Carok Berdarah Dua Lansia di Sampang, Bermula dari Cekcok di Bengkel
Akan tetapi, kata dia, petugas meminta Kartu Tanda Penduduk (KTP) sehingga bantuan belum dapat diserahkan.
"Sudah dua kali ke balai desa, tapi disuruh pulang karena tidak membawa KTP. Padahal sudah membawa KK dan surat undangan," terangnya.
Keterangan serupa disampaikan seorang warga yang tinggal di sekitar rumah Misnadi.
Dia mengaku sempat mendampingi Zainuddin saat hendak mengambil bantuan tersebut.
Menurutnya, meski telah dijelaskan bahwa Zainuddin masih tercatat dalam satu Kartu Keluarga dengan penerima manfaat, bantuan tetap belum bisa diterima.
"Saya ikut mengantar dan membantu menjelaskan, tapi tetap belum diberikan," kata tetangga Misnadi yang enggan disebutkan namanya.
Situasi yang dialami Misnadi menjadi perhatian karena selain hidup dalam kondisi ekonomi yang sulit, dia juga harus menjadi tumpuan bagi cucunya yang kini yatim piatu.
Sementara, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sampang, Moh. Anwari Abdullah, menegaskan bahwa mekanisme penyaluran Bantuan Pangan bukan menjadi kewenangan Dinas Sosial.
"Maaf, untuk bantuan tersebut kami tidak bisa memberikan komentar karena bukan ranah Dinas Sosial," singkatnya.
Sementara, Pj Kepala Desa (Kades) Banyukapah Ruspandi saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, nomernya tidak aktif sehingga upaya konfirmasi akan terus dilakukan oleh media ini.