2 Kota Suci yang Jadi Lokasi Penghormatan Terakhir Ayatollah Ali Khamenei
Arie Noer Rachmawati July 06, 2026 11:14 PM

 

TRIBUNJATIM.COM - Prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akan digelar di Irak pada Rabu (8/7/2026).

Upacara tersebut disebut akan berlangsung di dua kota suci umat Syiah, yakni Najaf dan Karbala.

Presiden Iran, Massoud Pezeshkian, dijadwalkan menghadiri prosesi tersebut.

Ia akan bertolak ke Irak pada Selasa (7/7/2026) untuk mengikuti rangkaian upacara penghormatan terakhir.

Mengutip Press TV, rangkaian prosesi pemakaman telah dimulai sejak Sabtu (4/7/2026).

Sementara itu, upacara berskala nasional di Iran berlangsung mulai Senin (6/7/2026) pagi.

Najaf dan Karbala sendiri dikenal sebagai kota suci utama bagi umat Syiah di Irak, yang kerap menjadi pusat ziarah dan berbagai peringatan keagamaan penting.

Baca juga: Deretan Fakta soal Pemakaman Ali Khamenei, Jutaan Pelayat Ikut Hadir, Trump sampai Iri dan Nyinyir

Mengenal Kota Najaf dan Karbala

Najaf

Najaf adalah kota suci umat Islam, khususnya bagi Syiah, yang terletak di selatan Irak. 

Kota ini dikenal sebagai salah satu pusat keagamaan terpenting di dunia Syiah.

Di kota ini terdapat Makam Imam Ali bin Abi Thalib, yaitu Imam Ali Shrine.

Imam Ali adalah khalifah keempat dalam Islam Sunni dan figur utama dalam Islam Syiah.

Makamnya menjadi tujuan ziarah jutaan peziarah setiap tahun.

Najaf juga menjadi pusat pendidikan agama Syiah terbesar melalui seminari (hawza), yang melahirkan banyak ulama besar.

Baca juga: Ribuan Pelayat Menangis saat Jenazah Ali Khamenei Tiba di Masjid, 20 Juta Orang Diperkirakan Hadir

Karbala

Karbala juga merupakan kota suci penting bagi umat Islam Syiah, terutama karena peristiwa sejarah Tragedi Karbala tahun 680 M.

Di kota ini terdapat makam Imam Hussein Shrine dan makam saudaranya Al-Abbas Shrine.

Imam Hussein adalah cucu Nabi Muhammad yang gugur dalam peristiwa Karbala.

Kota ini menjadi pusat peringatan duka tahunan yang sangat besar, terutama saat perayaan Arbaeen, yang dihadiri jutaan peziarah dari berbagai negara.

Baca juga: Arti Tulisan Ya Litharat al-Hussein di Bendera Merah yang Dibawa Pelayat Pemakaman Ali Khamenei

Pelayat Iringi Peti Jenazah

Para kerumunan besar pelayat berkumpul mengiringi peti jenazah Ayatollah Ali Khamenei.

Mereka antara lain Sayyedeh Boshra Hosseini Khamenei, Mesbah al-Hoda Baqeri, Zahra Haddad Adel, dan Zahra Mohammadi Golpayegani.

Pada Selasa, peti jenazah Ayatollah Ali Khamenei akan dibawa menuju lapangan Azadi, Teheran.

Pezeshkian di media sosial X pada Senin menegaskan dirinya akan melanjutkan warisan Khamenei melalui persatuan.

“Pemimpin yang gugur sebagai syahid mengajarkan kepada semua orang bahwa aset terbesar Iran adalah rakyatnya beserta persatuan mereka,” tulis Pezeshkian di media sosial X, dikutip dari Mehr News, dilansir dari kompas.tv pada Senin (6/7/2026).

Ia juga kemudian mengutip ayat dari Al-Quran yang memerintahkan semua orang “berdiri karena Allah, baik secara berpasangan maupun sendiri-sendiri”.

“Melalui empati, solidaritas, dan pengabdian yang tulus kepada rakyat, kita akan melanjutkan jalan menuju martabat, kemajuan, dan kebanggaan Iran,” tutur Pezeshkian.

Ia juga menegaskan kembali ajaran Ali Khamenei bahwa bangsa dan persatuan merupakan aset terbesar Iran.

Pezeshkian kembali menegaskan, tekad untuk meneruskan warisan tersebut lewat solidaritas, konsensus, dan pengabdian tulus kepada masyarakat.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Tribunjatim.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.