POS-KUPANG.COM - Tim Peneliti Pendanaan Riset Inovatif Produktif (RISPRO) Tahun 2026 Universitas Nusa Cendana (Undana) melaksanakan rangkaian kegiatan penelitian di Jawa Timur pada 1–4 Juli 2026 sebagai bagian dari Uji Multilokasi Galur-Galur Kacang Hijau F9 Hasil Persilangan Varietas Lokal Sabu dan Fore Belu.
Penelitian ini merupakan implementasi Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nusa Cendana (Undana) dengan Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Aneka Kacang (BRMP Aneka Kacang), dalam mendukung pengembangan varietas unggul nasional. Penelitian RISPRO yang didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ini diketuai oleh Prof. Ir. Yosep Seran Mau, M.Sc., Ph.D. dengan anggota tim peneliti dari Undana.
Dalam pelaksanaan kegiatan di Jawa Timur, Undana diwakili oleh Prof. Ir. Agnes V. Simamora, MCP., Ph.D. dan Widasari Bunga, S.P., M.Sc.
Kegiatan utama berupa penanaman galur-galur kacang hijau biji hitam unggul dilaksanakan pada 2 Juli 2026 di Instalasi Pengujian dan Penerapan Modernisasi Pertanian (IP2MP) Muneng — Desa Muneng Kidul, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Baca juga: Beberapa Galur F8 Kacang Hijau Hitam Undana Tembus 2 Ton per Hektar di Dataran Menengah TTS
IP2MP Muneng merupakan salah satu laboratorium lapangan yang berada di bawah naungan Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Aneka Kacang (BRMP Aneka Kacang), yang berfungsi sebagai lokasi pengujian, validasi, dan penerapan standar instrumen pertanian, khususnya komoditas aneka kacang.
Selama kegiatan, tim peneliti Undana berkolaborasi dengan Dr. Ratri Tri Hapsari, S.P., M.Si., staf Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Aneka Kacang, serta Kurnia Paramita Sari, S.P., M.P., Ketua Tim Kerja Layanan dan Pendayagunaan Hasil Pertanian.
Pelaksanaan penanaman di lapangan mendapat dukungan penuh dari M. Khalimi, S.TP., selaku Koordinator IP2MP Muneng, bersama para teknisi lapangan yang memastikan seluruh tahapan budidaya dilaksanakan sesuai standar operasional penelitian.
Menurut Prof. Agnes V. Simamora, uji multilokasi merupakan tahapan yang sangat penting dalam proses pelepasan varietas baru.
Melalui pengujian di berbagai kondisi agroekologi, para peneliti dapat mengevaluasi daya adaptasi, stabilitas hasil, serta performa agronomis galur-galur yang telah dirakit.
"Kegiatan ini merupakan bagian penting dalam proses pengembangan calon varietas unggul. Data yang diperoleh dari lokasi Muneng akan melengkapi hasil pengujian di lokasi-lokasi lain sehingga dapat memberikan dasar ilmiah yang kuat dalam proses pelepasan varietas kacang hijau biji hitam hasil pemuliaan Undana," ujar Prof. Agnes Simamora.
Penelitian ini merupakan kelanjutan dari program pemuliaan kacang hijau yang menghasilkan galur F9 hasil persilangan varietas lokal Sabu yang memiliki warna biji hitam dengan kandungan antosianin tinggi dan varietas unggul lokal Fore Belu yang dikenal berdaya hasil tinggi dan memiliki mutu konsumsi yang baik.
Melalui uji multilokasi, galur-galur tersebut dievaluasi untuk memperoleh varietas yang memiliki produktivitas tinggi, adaptasi luas, stabil terhadap perubahan lingkungan, serta berpotensi dikembangkan sebagai varietas unggul nasional.
Kegiatan di IP2MP Muneng menjadi salah satu tahapan penting dalam jaringan uji multilokasi yang dilaksanakan di berbagai wilayah Indonesia.
Sinergi antara Undana, Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Aneka Kacang (BRMP Aneka Kacang), serta berbagai mitra penelitian diharapkan mampu mempercepat lahirnya varietas kacang hijau biji hitam unggul yang adaptif, produktif, bernilai gizi tinggi, dan mendukung ketahanan pangan nasional. (*)