Tribunlampung.co.id, Bali - Seorang fotografer asal Afrika ditemukan meninggal dunia di kawasan Hutan Sangyang, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali.
Jasad warga Afrika tersebut sempat disebut sebagai Mr X karena saat ditemukan tidak ditemukan identitas alias anonim.
Identitasnya terungkap setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan hingga menemukan sejumlah petunjuk di lokasi penemuan jenazah.
Jasad tersebut diketahui sebagai Adriaan Campbell Louw, seorang fotografer asal Afrika, tepatnya Afrika Selatan.
Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati didampingi Kasat Reskrim Polres Tabanan AKP I Made Teddy Satria Permana mengungkapkan, meskipun identitas korban telah berhasil diungkap, penyebab pasti kematiannya hingga kini masih menjadi misteri.
Polisi memastikan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, namun masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium forensik untuk memastikan penyebab kematian.
"Tidak ada tanda-tanda kekerasan, namun kami masih menunggu hasil autopsi. Yang sebelumnya disebut Mister X, kini kami pastikan korban merupakan warga negara asing," ujar Bayu dalam konferensi pers, Senin (6/7/2026) dikutip dari TribunBali.com.
Identitas korban diketahui setelah penyidik menelusuri sejumlah petunjuk yang ditemukan di lokasi penemuan mayat.
Hasil penyelidikan mengungkap bahwa Adriaan Campbell Louw pernah menginap di Guava Eco Living, Banjar Gunung Sari Umakayu, Desa Jatiluwih, sejak 9 hingga 15 Juni 2026.
Namun berdasarkan keterangan pengelola, korban justru meninggalkan penginapan lebih awal pada 13 Juni dan tidak pernah kembali.
"Dari penelusuran kami, korban diketahui seorang fotografer. Hal itu terlihat dari media sosialnya yang banyak mengunggah foto-foto keindahan alam yang dikunjunginya," jelas Bayu.
Saat dilakukan pemeriksaan di kamar yang ditinggalkan korban, polisi menemukan sejumlah barang pribadi, termasuk sebuah iPhone dan MacBook.
Data Medical ID pada perangkat tersebut identik dengan data yang ditemukan pada ponsel yang berada di lokasi penemuan jenazah.
Selain itu, pihak pengelola penginapan juga mengenali tas yang ditemukan di lokasi kejadian sebagai milik tamu tersebut.
"Dari beberapa bukti dan keterangan saksi, kami menyimpulkan bahwa mayat yang ditemukan di Hutan Sangyang merupakan Adriaan Campbell Louw, pria kelahiran Pretoria, Afrika Selatan, pemegang paspor nomor M00347976," terang Kapolres.
Meski identitas korban telah diketahui, penyidik belum dapat memastikan penyebab kematian.
Kasat Reskrim Polres Tabanan AKP I Made Teddy Satria Permana mengatakan pihaknya masih menunggu hasil autopsi dan akan melakukan pemeriksaan toksikologi forensik.
Polres Tabanan juga masih berkoordinasi dengan Imigrasi serta Konsulat Afrika Selatan guna memastikan identitas korban sekaligus menghubungi pihak keluarga.
"Hingga saat ini kami masih berkoordinasi dengan konsulat dan pihak imigrasi. Bahkan keluarga korban juga belum menghubungi kami. Kami belum dapat menyimpulkan penyebab kematian karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik," katanya.
Jenazah pertama kali ditemukan pada Minggu 28 Juni 2026 sekitar pukul 07.30 Wita.
Seorang warga bernama I Gede Made Sutarjayasa yang baru selesai menghaturkan upakara di Pura Kak Resi mencium aroma menyengat saat melintas di kawasan hutan.
Karena penasaran, ia mencari sumber bau tersebut hingga sekitar 15 meter dari jalur yang dilalui.
Di sana ia menemukan sesosok tubuh manusia berada di dalam cekungan tanah dengan posisi bersimpuh dan sudah tidak bergerak.
Karena ketakutan, saksi segera meninggalkan lokasi dan melaporkan temuannya kepada Kepala Wilayah Banjar Dinas Gunung Sari Umakayu, yang kemudian diteruskan ke Polsek Penebel.
Mendapat laporan tersebut, jajaran Polsek Penebel bersama Polres Tabanan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah bersama BPBD Tabanan.
Saat ditemukan, kondisi jenazah telah mengalami pembusukan lanjut. Kepala korban bahkan sudah tampak tinggal tengkorak sehingga identitasnya saat itu belum dapat dipastikan.
Di sekitar lokasi, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban, di antaranya:
Selanjutnya jenazah dievakuasi ke RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar untuk menjalani autopsi.
Hingga kini, penyidik telah memeriksa sedikitnya sembilan saksi dan masih menunggu hasil autopsi serta pemeriksaan toksikologi guna mengungkap penyebab pasti kematian fotografer asal Afrika Selatan tersebut.(*)