Sungai Batang Agam Meluap, 80 Warga Mengungsi Akibat Banjir di Tanjung Raya
Rahmadi July 07, 2026 12:27 AM

TRIBUNPADANG.COM, AGAM - Banjir kembali melanda Jorong Labuah dan Jorong Kubu, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Agam, Abdul Ghafur, mengatakan banjir terjadi akibat curah hujan yang cukup tinggi serta pendangkalan aliran sungai.

Di Jorong Labuah, banjir merendam dua unit rumah warga dengan ketinggian air mencapai sekitar 50 sentimeter.

"Akibatnya, sebanyak 50 jiwa mengungsi ke rumah kerabat dan rumah masyarakat," kata dia saat memberikan keterangan, Senin (6/7/2026) malam.

Sementara itu, di Jorong Kubu, banjir juga merendam dua unit rumah warga dengan ketinggian air mencapai sekitar 50 sentimeter.

Dampak dari banjir ini, Abdul Gafur menyebut sebanyak 30 jiwa mengungsi ke rumah kerabat.

Baca juga: Dinas Kehutanan Sumbar Ragukan Temuan Deforestasi Walhi Jadi Pemicu Utama Bencana

"Banjir juga menggenangi jalan, sekitar delapan meter dengan ketinggian air mencapai sekitar 60 sentimeter. Akibatnya, jalan sulit dilalui kendaraan," sebutnya.

Abdul Ghafur menjelaskan, laporan kejadian diterima BPBD Kabupaten Agam pada Senin (6/7/2026) pukul 20.30 WIB dari Pemerintah Nagari Sungai Batang melalui Bendahara Nagari.

Sebagai upaya penanganan, BPBD Kabupaten Agam berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah nagari untuk melakukan pendataan.

Selain itu, BPBD juga berkoordinasi dengan BWS V terkait pendangkalan aliran sungai.

"Hingga saat ini air sudah mulai surut, namun curah hujan masih cukup tinggi. Di lokasi juga terjadi pemadaman listrik serta jaringan seluler hilang," tutup Abdul Ghafur.

Baca juga: Walhi Temukan 25 Titik Deforestasi di Sumbar, Sebut Kerusakan Hutan Picu Bencana November 2025

Warga Jorong Labuah, Firjinia Trisa mengatakan banjir menggenangi rumah warga dan jalan.

Warga terlihat waspada dan mengecek ketinggian air yang menggenangi badan jalan.

"Iya, tadi sore menjelang magrib terjadi lagi banjir dan menggenangi rumah warga serta jalan," sebutnya.

Ia mengaku, banjir memang sering terjadi saat hujan turun mengguyur daerahnya. Apabila hujan turun, warga selalu waspada terhadap potensi bencana.

Firjinia berharap, pemerintah bisa melakukan pengerukan sungai agar tidak terjadi lagi banjir.

"Saat ini alat berat di Jorong Labuah sudah pergi, kami berharap kembali," tambahnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.