Parah! FIFA Tangguhkan Sanksi Kartu Merah Pemain AS Usai Trump Telepon Infantino
Saifullah July 07, 2026 01:03 AM

FIFA dikabarkan menggunakan ketentuan dalam Pasal 27 Kode Disiplin FIFA yang memungkinkan sebuah hukuman ditangguhkan dalam masa percobaan. 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON DC – Federasi Sepakbola Internasional atau FIFA menangguhkan hukuman larangan bermain terhadap penyerang Tim Nasional (Timnas) Amerika Serikat, Folarin Balogun. 

Keputusan itu membuat Balogun berpeluang kembali memperkuat tuan rumah saat menghadapi Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, Senin (6/7/2026).

Sebelumnya, Balogun menerima kartu merah langsung saat Amerika Serikat mengalahkan Bosnia-Herzegovina dengan skor 2-0 pada babak 32 besar. 

Insiden tersebut terjadi setelah wasit meninjau tayangan video assistant referee atau VAR dan menilai Balogun menginjak kaki pemain belakang Bosnia-Herzegovina.

Kartu merah langsung biasanya membuat seorang pemain otomatis menjalani hukuman larangan bertanding minimal satu laga. 

Dalam kasus Balogun, sanksi tersebut semula diperkirakan membuat salah satu penyerang andalan Amerika Serikat itu absen pada pertandingan penting melawan Belgia.

Namun, Komite Disiplin (Komdis) FIFA pada Minggu (5/7/2026), mengumumkan bahwa larangan bermain terhadap Balogun ditangguhkan selama satu tahun masa percobaan.

Baca juga: Kartu Merah Bikin Ronaldo Terancam Sanksi di Piala Dunia 2026, Portugal Turun Tangan Hadapi FIFA

Dengan demikian, sang pemain tidak harus menjalani hukuman pada laga terdekat.

Kecuali kembali melakukan pelanggaran yang berujung pada penerapan sanksi selama periode tersebut.

FIFA dikabarkan menggunakan ketentuan dalam Pasal 27 Kode Disiplin FIFA yang memungkinkan sebuah hukuman ditangguhkan dalam masa percobaan. 

Kendati demikian, FIFA belum menjelaskan secara rinci pertimbangan khusus yang melatarbelakangi keputusan tersebut.

Keputusan ini langsung menjadi perhatian publik sepak bola internasional karena muncul setelah adanya desakan dari sejumlah pejabat Amerika Serikat. 

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump disebut melakukan komunikasi langsung dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino terkait kasus kartu merah Balogun.

Selain Trump, Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat, Marco Rubio juga sebelumnya menyampaikan permintaan agar FIFA memberikan ruang peninjauan terhadap sanksi kartu merah tersebut. 

Baca juga: Jadwal Babak 16 Besar Piala Dunia 2026, CekMidi: Portugal Bukan Lawan Mudah, Yakin Yamal Atasi CR7

Desakan itu memunculkan perdebatan, terutama mengenai independensi lembaga sepakbola dunia dalam mengambil keputusan disiplin.

Trump kemudian menyambut keputusan FIFA melalui unggahan di platform Truth Social. 

Ia menyebut, pencabutan atau penangguhan hukuman terhadap Balogun sebagai langkah yang tepat dan menilai kartu merah tersebut sebagai sebuah ketidakadilan.

Balogun sendiri merupakan salah satu pemain penting dalam lini serang Amerika Serikat pada turnamen ini. 

Kehadirannya dinilai dapat menambah pilihan bagi pelatih dalam menghadapi Belgia, yang menjadi salah satu lawan kuat pada fase gugur.

Meski keputusan tersebut memberi keuntungan bagi Amerika Serikat, sejumlah pihak mempertanyakan konsistensi penerapan aturan disiplin FIFA. 

Pasalnya, kartu merah langsung pada umumnya berujung pada larangan bermain otomatis dan tidak mudah dibatalkan.

Kasus penangguhan sanksi bukan pertama kali terjadi dalam sepak bola internasional. 

Pada tahun sebelumnya, Cristiano Ronaldo pernah mendapat larangan tiga pertandingan akibat pelanggaran saat kualifikasi. 

Baca juga: Sorak Lokal Selebrasi Lokal 2026, Wadah Kreatif Suarakan Dukungan di Piala Dunia 2026

Namun, dua dari tiga laga hukuman tersebut ditangguhkan sehingga ia tetap dapat tampil pada pertandingan pembuka Piala Dunia.

Kini, perhatian tertuju pada laga Amerika Serikat melawan Belgia. 

Balogun berpeluang turun sejak menit awal dan membantu tuan rumah melanjutkan langkah di Piala Dunia 2026.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.