Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sa’dul Bahri | Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Tumpahan batu bara kembali ditemukan di ruas Jalan Letnan Mubin, tepatnya di kawasan persimpangan Gampong Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat pada Senin (6/7/2026) dini hari WIB.
Material batu bara itu berceceran di badan jalan setelah diduga jatuh dari sebuah truk pengangkut yang melintas di kawasan tersebut.
Tumpahan terjadi saat truk memasuki tikungan di persimpangan Jalan Letnan Mubin.
Keuchik Gampong Lapang, Said Zul’asfi mengatakan, truk tersebut diduga melaju dengan kecepatan tinggi ketika melewati tikungan.
Kondisi itu menyebabkan muatan di bagian bak kendaraan bergeser dan sebagian batu bara jatuh ke jalan.
Menurutnya, peristiwa tersebut sempat memicu ketegangan antara dirinya dengan sopir truk. Ia mengaku menghentikan kendaraan bernomor polisi BB 8120 BD untuk meminta penjelasan.
Baca juga: Pemkab Diminta Tinjau Ulang Izin Hauling Batu Bara, DPRK Aceh Barat Soroti Dampak Debu dan Kesehatan
Keuchik juga menegur pengemudi yang dinilai tidak berhati-hati saat melintas di kawasan permukiman warga.
“Saya menghentikan truk itu karena cara mengemudinya dinilai membahayakan,” ujarnya.
“Sopir melaju cukup kencang saat memasuki tikungan dan akhirnya batubara tumpah ke jalan,” tukas Said Zul’asfi.
Ia menyebutkan, sempat terjadi adu mulut antara dirinya dan pengemudi truk.
Namun, situasi tidak berlanjut menjadi keributan setelah ia meminta sopir meninggalkan lokasi.
“Sempat ada perdebatan, tetapi saya memilih agar tidak terjadi persoalan lebih besar. Sopir kemudian saya minta melanjutkan perjalanan,” ujarnya.
Said Zul’asfi menegaskan, kejadian tumpahan batu bara di wilayah Gampong Lapang bukan kali pertama terjadi.
Warga, kata dia, sudah beberapa kali menemukan sisa batu bara berserakan di jalan setelah dilintasi kendaraan pengangkut dari arah kawasan tambang maupun pelabuhan.
Kondisi tersebut dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat serta pengguna jalan.
Baca juga: Sosok Low Tuck Kwong, Raja Batu Bara yang Jadi Orang Terkaya di Indonesia, Hartanya Fantastis
Selain membuat jalan terlihat kotor, batu bara yang tercecer dapat menimbulkan debu, terutama ketika dilindas kendaraan lain atau saat cuaca panas.
Tumpahan itu juga dikhawatirkan membahayakan pengendara, khususnya pengguna sepeda motor.
Material batu bara yang berada di badan jalan dapat membuat permukaan jalan licin atau mengganggu keseimbangan kendaraan saat pengendara melintas.
Karena itu, Keuchik Gampong Lapang meminta perusahaan maupun pihak vendor yang mengoperasikan truk pengangkut batu bara meningkatkan pengawasan terhadap armada dan para sopir.
Ia menilai pengemudi harus mematuhi standar operasional prosedur (SOP).
Mulai dari memastikan muatan tertutup atau tersusun aman, membersihkan sisa batu bara di bak kendaraan, hingga mengurangi kecepatan saat memasuki kawasan padat penduduk.
“Jangan membawa kendaraan dengan kecepatan tinggi di jalan permukiman. Sopir harus lebih berhati-hati, terutama ketika melewati tikungan dan persimpangan,” katanya.
Said Zul’asfi berharap, pihak perusahaan segera melakukan evaluasi terhadap armada pengangkut batu bara yang melintasi wilayah Gampong Lapang.
Ia meminta kejadian serupa tidak kembali terulang karena dapat memicu keresahan masyarakat.
Baca juga: Boat Nelayan Rusak Diduga Terjerat Tali Jangkar Kapal Batu Bara di Perairan Meulaboh
Menurutnya, keselamatan warga dan pengguna jalan harus menjadi perhatian utama bagi seluruh pihak yang terlibat dalam aktivitas pengangkutan batu bara di Aceh Barat.
“Kalau ini terus terjadi, masyarakat tentu akan semakin resah,” beber keuchik.
“Kami berharap ada langkah nyata dari perusahaan agar jalan desa tidak lagi menjadi lokasi tumpahan batu bara,” pungkasnya.(*)