Anthony Taylor, seorang wasit Liga Premier sejak musim 2010-11 dan terdaftar sebagai ofisial FIFA sejak 2013, telah ditunjuk untuk memimpin pertandingan babak 16 besar antara Portugal dan Spanyol di Piala Dunia FIFA 2026 pada Senin, 6 Juli, di Dallas. Ini adalah penugasan ketiganya di turnamen tersebut setelah sebelumnya memimpin pertandingan fase grup yang melibatkan Uzbekistan, Kolombia, Senegal, dan Irak. Penunjukan Taylor memiliki bobot tambahan mengingat sejarah kontroversialnya dengan tim Spanyol, termasuk keputusan tidak memberikan penalti terhadap Marc Cucurella di Euro 2024 dan keputusan offside yang diperdebatkan di final Nations League 2021. Asisten Gary Beswick dan Adam Nunn, bersama ofisial keempat Felix Zwayer, melengkapi tim wasit untuk laga sistem gugur ini.
Siapa Anthony Taylor?
Anthony Taylor resmi ditunjuk sebagai wasit untuk pertandingan babak 16 besar antara Portugal dan Spanyol di Piala Dunia FIFA 2026 di Dallas, menempatkan salah satu ofisial paling berpengalaman di turnamen ini untuk memimpin pertandingan penting yang menentukan tiket ke perempat final. Pria berusia 47 tahun asal Inggris tersebut telah menjadi wasit Liga Premier sejak musim 2010-11 dan masuk dalam daftar resmi FIFA sejak 2013.
Taylor dibesarkan di Wythenshawe, Manchester, dan membangun kariernya sebagai wasit dari liga akar rumput hingga ke Football League sebelum bergabung dengan kelompok elit wasit Premier League. Penunjukannya menjadi penting karena menempatkan sosok berpengalaman dengan rekam jejak panjang di turnamen besar—dan riwayat keputusan kontroversial yang melibatkan kedua tim—di tengah laga penentu menuju babak delapan besar.
Anthony Taylor ditunjuk sebagai wasit untuk pertandingan Portugal vs Spanyol
Ini akan menjadi penugasan ketiga Taylor di Piala Dunia 2026, setelah sebelumnya memimpin pertandingan antara Uzbekistan melawan Kolombia serta Senegal melawan Irak di fase grup. Ia akan didampingi oleh dua asisten wasit asal Inggris, Gary Beswick dan Adam Nunn, sementara wasit asal Jerman Felix Zwayer bertugas sebagai ofisial keempat dan Robert Kempter sebagai asisten cadangan.
Riwayat Taylor dengan tim nasional Spanyol menjadi sorotan menjelang pertandingan Senin nanti. Pertandingan terakhir yang melibatkan Spanyol di bawah kepemimpinannya terjadi pada perempat final Euro 2024 melawan Jerman, di mana Spanyol menang 2-1 melalui gol Mikel Merino di perpanjangan waktu setelah laga yang berlangsung sangat ketat. Pertandingan itu masih membayangi penunjukannya kali ini, dan bukan satu-satunya alasan mengapa para penggemar memperhatikan keputusan ini.
Kontroversi besar Anthony Taylor
Keputusan tidak memberikan penalti terhadap Marc Cucurella menjadi sorotan utama dalam catatan Taylor terkait tim Spanyol. Dalam laga perempat final Euro 2024 yang sama, ia tidak memberikan penalti atas dugaan handball oleh Cucurella saat melawan Jerman—keputusan yang kemudian dinyatakan oleh Komite Wasit UEFA seharusnya menghasilkan penalti. Meski Spanyol tetap melaju, keputusan itu menjadi salah satu momen paling diperdebatkan di turnamen tersebut.
Itu bukan kali pertama Taylor terlibat dalam kontroversi offside atau handball besar yang melibatkan negara-negara elite. Pada final UEFA Nations League 2021, ia mengesahkan gol Kylian Mbappe untuk Prancis meskipun sempat ada bendera offside, dengan alasan bahwa sentuhan dari Eric Garcia telah memulai kembali fase permainan. Prancis akhirnya menang 2-1, dan interpretasi offside tersebut kemudian diubah oleh badan pembuat peraturan sepak bola—salah satu contoh langka di mana satu keputusan memengaruhi perubahan aturan.
Reputasi Taylor yang sering menjadi sorotan tidak hanya terbatas pada sepak bola internasional. Ia pernah menuai kritik setelah memberikan 14 kartu kuning dalam pertandingan Liga Premier antara Bournemouth dan Chelsea, yang memicu kembali perdebatan soal konsistensi pemberian hukuman. Taylor dan keluarganya juga pernah menghadapi kemarahan penggemar di bandara Budapest setelah final Liga Eropa UEFA 2023—insiden yang mendapat kecaman luas dari komunitas sepak bola. Namun, sejarah panjang tersebut tidak menghalangi FIFA untuk mempercayakannya memimpin laga-laga besar, dan pertandingan Senin ini akan menjadi ujian lain apakah keputusannya kembali akan menjadi pusat perhatian. Baik Portugal maupun Spanyol menyadari hal itu—dan begitu juga semua yang akan menyaksikan di Dallas.