BP Tapera akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar penyaluran KPR Sejahtera FLPP semakin tepat sasaran....

Jakarta (ANTARA) - Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Heru Pudyo Nugroho menyampaikan bahwa BP Tapera terus menjalankan amanat pemerintah untuk memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui Program KPR Sejahtera FLPP.

"BP Tapera akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar penyaluran KPR Sejahtera FLPP semakin tepat sasaran dan semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang dapat mewujudkan impian memiliki rumah pertama," ujar Heru Pudyo Nugroho dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Dengan berbagai kebijakan yang telah disiapkan pemerintah, kata Heru, BP Tapera optimistis akses pembiayaan perumahan akan semakin luas dan mendukung terwujudnya Program 3 Juta Rumah.

Salah satu kebijakan yang memberikan kemudahan bagi masyarakat adalah penambahan tenor pembiayaan KPR Sejahtera FLPP dari sebelumnya maksimal 20 tahun menjadi hingga 40 tahun.

Dengan tenor yang lebih panjang, cicilan rumah menjadi lebih ringan, sehingga diharapkan semakin banyak masyarakat yang mampu mengakses pembiayaan rumah subsidi.

Heru juga menjelaskan bahwa pemerintah telah menetapkan batas maksimal penghasilan bagi penerima manfaat Program KPR Sejahtera FLPP. Khusus di Provinsi Jawa Timur, masyarakat dengan penghasilan maksimal Rp8 juta per bulan bagi yang belum menikah dan Rp11 juta per bulan bagi yang sudah menikah dapat mengajukan KPR Sejahtera FLPP sepanjang memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan pemerintah.

Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan sekitar 50.000 kuota rumah subsidi untuk Provinsi Jawa Timur pada tahun 2026. Kuota tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak dan terjangkau sekaligus mendukung percepatan target Program 3 Juta Rumah.

Hingga 3 Juli 2026, realisasi penyaluran Program KPR Sejahtera FLPP yang dikelola BP Tapera telah mencapai 97.421 unit rumah dengan nilai pembiayaan sebesar Rp12,1 triliun.

Penyaluran tersebut didukung oleh 36 bank penyalur, 22 asosiasi pengembang, 11.124 pengembang, dan telah terealisasi pada 9.466 perumahan yang tersebar di 35 provinsi serta 378 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Capaian tersebut, kata Heru, menunjukkan komitmen BP Tapera bersama seluruh mitra dalam memperluas akses kepemilikan rumah layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.