Matheus Cunha berbicara dengan penuh emosi mengenai kekecewaan Brasil setelah tersingkir dari Piala Dunia.
Brasil kembali mengalami kegagalan di babak gugur Piala Dunia setelah dikalahkan oleh Norwegia pada pertandingan babak 16 besar hari Minggu, yang menandai berakhirnya sebuah era bagi Selecao.
Hasil tersebut menjadi akhir yang pahit bagi tim asuhan Carlo Ancelotti di turnamen musim panas ini, memperpanjang penantian mereka selama 12 tahun untuk kembali merebut mahkota juara dunia kelima.
Penyerang Manchester United, Matheus Cunha, menjadi salah satu sedikit titik terang bagi negaranya dengan mencetak tiga gol dalam tiga pertandingan sebelum kekalahan mengejutkan di Stadion MetLife.
Pemain berusia 27 tahun itu mencetak dua gol melawan Haiti pada laga kedua fase grup, kemudian menambah satu gol lagi saat Brasil menutup penyisihan grup dengan kemenangan telak 3-0 atas Skotlandia.
Namun, setelah kekalahan dari Norwegia, Cunha tidak dapat menyembunyikan kesedihannya atas hasil tersebut.
“Tanpa diragukan lagi, hari ini adalah hari paling sulit dalam hidup saya, setidaknya secara profesional,” ujarnya kepada Globo.
“Kami memiliki beberapa peluang yang gagal dimanfaatkan, sementara mereka berhasil menuntaskan peluang mereka. Sulit untuk memahami semuanya, tetapi sayangnya, itulah sepak bola.”
“Ada banyak kesedihan di ruang ganti. Banyak yang menangis. Banyak rasa sakit. Hal terburuknya adalah kami telah mengecewakan banyak orang, dan itulah yang paling menyakitkan.”