BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sembilan nelayan KM Kharisma, termasuk seorang bocah berusia 10 tahun, berhasil diselamatkan di perairan Pantai Rebo, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Selasa (7/7/2026) dini hari.
Mereka sempat terkatung-katung di lautan, setelah mesin kapal mati total akibat bahan bakar yang terkontaminasi air.
Insiden bermula pada Senin (6/7/2026) sore, saat kapal pencari cumi tersebut dalam perjalanan pulang.
Petaka datang saat bahan bakar utama habis, upaya ABK untuk mengisi BBM cadangan justru berujung fatal dan BBM diduga bercampur air menyebabkan mesin kapal mati seketika.
Setelah berjam-jam berjuang memperbaiki mesin di tengah laut tanpa hasil, para kru akhirnya mengirimkan sinyal darurat ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pangkalpinang.
Merespons laporan tersebut, Tim Rescue Kansar Pangkalpinang bergerak cepat. Membelah kegelapan malam dengan jarak pandang yang sangat terbatas, tim akhirnya menemukan posisi KM Kharisma pada pukul 00.30 WIB.
"Kondisi malam hari menjadi tantangan utama kami. Namun, demi keselamatan, kami memutuskan untuk segera melakukan towing (penarikan) kapal ke tempat yang lebih aman," ujar perwakilan tim SAR di lapangan.
Proses penarikan kapal dilakukan dengan penuh kehati-hatian, sinergi apik antara personel Kansar Pangkalpinang, kru KN SAR Karna, dan Polairud membuahkan hasil.
"Tepat pukul 03.18 WIB, iring-iringan kapal tiba dengan selamat di Dermaga PTS Pelabuhan Pangkalbalam. Sembilan korban yang merupakan warga Lontong Pancur, Kota Pangkalpinang, disambut dengan rasa syukur oleh pihak keluarga," ungkapnya.
Salah satu korban, Arga (10), tampak dalam kondisi sehat setelah menjalani pemeriksaan fisik singkat. Operasi kemanusiaan ini resmi ditutup pada pukul 03.34 WIB.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat atas dedikasi mereka dalam menyelamatkan nyawa para nelayan. (Bangkapos.com/Adi Saputra).