TRIBUNNEWS.COM - Konser gratis di kawasan eks Hi-Tech Mall atau THR Surabaya, Jawa Timur Minggu (5/7/2026)
yang menampilkan Denny Caknan berujung ricuh.
Sebanyak 21 korban yang harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit akibat insiden konser di acara soft launching creative hub Surabaya Expo Center (SUBEC).
Penyanyi dan pencipta lagu pop Jawa dan koplo, Denny Caknan dihadirkan Pemkot Surabaya di panggung hiburan rakyat yang digelar di lokasi yang berjarak 1,9 kilometer dari pusat kota Surabaya ini rupanya memancing antusias warga kota Pahlawan dan sekitarnya. Penonton membludak.
Akibatnya, terjadi aksi saling dorong hingga membuat puluhan penonton terluka hingga pingsan dan dilarikan ke Rumah Sakit.
Saat di luar ricuh, konser tetap berjalan. Denny Caknan naik ke atas panggung sekira pukul 20.00 WIB.
Konser berjalan sebagimana umumnya pagelaran musik. Suami Bella Bonita ini tetap tampil menyanyikan sejumlah lagu-lagu hitnya.
Baca juga: Konser Denny Caknan Ricuh, Anggota TNI dan Damkar Patah Tulang karena Tertindih Pagar Besi
Dikutip dari instagram Denny Caknan, penyanyi asal Ngawi Jawa Timur ini terlihat memosting aksi panggungnya di Surabaya.
"Suroboyo. MAU KOWE DI SEBELAH NDI CAH ? (Surabaya, Tadi kamu di sebelah mana?)," demikian bunyi keterangan di instagram Denny Caknan.
Terlihat video Denny Caknan menyanyikan lagu Negoro Angin. Lantunan lagu ini disambut koor penonton.
Acara konser tersebut pun selesai sekira pukul 21.45 WIB dan warga memadati lokasi pun berangsur membubarkan diri.
Namun, di unggahan tersebut tidak menyinggung langsung soal kericuhan maupun korban luka-luka.
Denny mengunggah foto dan video di Instagram, penyanyi menekankan rasa syukur dan terima kasih atas antusiasme penonton.
Ia menulis bahwa energi besar penonton membuatnya bangga bisa tampil di Surabaya.
Selain memosting konser di Surabaya, Denny Caknan juga memajang perjalanannya ke sejumlah daerah di Jawa Timur, dalam rangkaian tournya.
Di sela-sela perjalanan, Denny Caknan juga memajang momen saat ia berhenti di tengah hutan demi menonton siara langsung pertandingan Piala Dunia 2026.
"Aku sudah di alas (hutan) nobar lo ini," terdengar suara Denny Caknan di sela nobar laga Spanyol Vs Portugal Selasa (7/7/2026) dinihari
Demikian juga dengan respons fans. Banyak penggemar tetap memberi semangat. Komentar seperti “Tetap semangat Mas Denny, konsernya keren banget” mendominasi.
Konser Denny Caknan di Surabaya yang berakhir ricuh ini terjadi setelah penonton memaksa masuk hingga pagar jebol.
Kericuhan ini seperi dikutip dari pernyataan Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Hadi Ismanto, menyebabkan 21 orang luka-luka, 12 di antaranya harus dirujuk ke RSUD Soewandhie.
"Rujuk RSUD Soewandi 12 orang, dipulangkan 1 orang, dan sembuh di lokasi setelah ditangani tim medis ada 8 orang," ungkap AKP Hadi kepada TribunJatim.com.
Dua di antaranya merupakan anggota TNI dan petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Surabaya dalam insiden ini,
Keduanya jadi korban usai tertimpa pagar besi yang ambruk karena didorong oleh penonton yang membludak dari luar lokasi acara.
Mengutip TribunJatim.com, Kepala Dinas kesehatan Surabaya, dr Billy Daniel Messakh mengatakan, anggota TNI tersebut mengalami patah tulang kaki.
Sedangkan petugas Damkar mengalami patah tulang leher.
"Yang anggota TNI mengalami patah tulang kaki, sedangkan petugas Damkar mengalami patah tulang leher. Penyebabnya trauma karena terjatuh dan tertindih pagar besi pembatas," ujarnya.
Polisi menjelaskan kronologis konser Denny Caknan ricuh.
Awalnya acara berjalan lancar sejak pukul 16.00 WIB ketika pintu masuk di gerbang utama dibuka.
Namun, pada pukul 19.27 WIB, ribuan penonton yang tertahan di luar lokasi mulai memaksa masuk hingga menyebabkan pintu gerbang utama jebol.
Area lapangan pun langsung penuh sesak.
"Pukul 19.45 WIB, kerumunan massa tetap ingin memaksa masuk meskipun ada pagar betis dari petugas pengamanan," beber AKP Hadi.
Tak lama, massa yang tak mengindahkan arahan petugas langsung memaksa masuk dan memadati seluruh lokasi acara.