Pemuda Banyuasin Hilang Seusai Lompat ke Sungai, Diduga Diseret Buaya Saat Bantu Perbaiki Perahu
taryono July 07, 2026 11:19 AM

Tribunlampung.co.id, Banyuasin - Pemuda asal Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Ipan Nurzaman (26), dilaporkan hilang setelah diduga menjadi korban serangan buaya di perairan Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Sumatera Selatan. 

Baca juga: Jokowi Diminta Hadir Langsung di Sidang Tudingan Ijazah Palsu, Mahfud MD: Konsistensi Akan Diuji

Peristiwa yang terjadi pada Senin (6/7/2026) dini hari sekitar pukul 01.53 WIB itu membuat warga sekitar geger, setelah korban yang sempat masuk ke sungai tidak kembali muncul ke permukaan.

Ipan saat itu berada di lokasi untuk membantu tiga rekannya memperbaiki perahu jukung yang mengalami kendala di kawasan dermaga. Ketika proses perbaikan berlangsung, korban ikut turun ke air dengan maksud membantu, namun beberapa saat kemudian keberadaannya tidak lagi terlihat.

Berdasarkan keterangan yang diterima pihak kepolisian, tiga rekan korban lebih dahulu berada di dalam air untuk memperbaiki perahu. Tidak lama berselang, Ipan menyusul dengan melompat ke sungai. Setelah menyentuh permukaan air, korban tiba-tiba menghilang tanpa sempat memberikan tanda bahaya.

Rekan-rekan Ipan yang mengetahui kejadian tersebut langsung berusaha melakukan pencarian secara mandiri. Mereka memanggil nama korban dan menyisir area sekitar dermaga, tetapi upaya tersebut belum membuahkan hasil karena tubuh korban tidak ditemukan.

Kondisi itu kemudian memunculkan dugaan bahwa korban diseret oleh buaya yang berada di kawasan perairan tersebut. Lokasi kejadian diketahui merupakan habitat satwa liar, sehingga dugaan serangan buaya menjadi salah satu kemungkinan dalam peristiwa hilangnya pemuda tersebut.

Direktur Polairud Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Heru Agung Nugroho, membenarkan adanya laporan terkait hilangnya Ipan Nurzaman. Setelah menerima informasi dari masyarakat, pihaknya langsung mengerahkan personel Kapal Polisi V-1038 Penuguan Ditpolairud Polda Sumsel menuju lokasi kejadian.

"Tim melakukan koordinasi dengan aparat desa, para saksi, serta masyarakat setempat untuk melaksanakan pencarian di sepanjang aliran sungai yang diduga menjadi lokasi korban hilang," ujar Kombes Pol Heru Agung Nugroho.

Dari pemeriksaan awal di lapangan, kepolisian menyebut kejadian tersebut diduga berkaitan dengan serangan satwa liar dan tidak menemukan adanya dugaan tindak pidana.

"Berdasarkan hasil penyelidikan awal, peristiwa tersebut diduga merupakan musibah akibat serangan satwa liar di habitat alaminya. Hingga saat ini tidak ditemukan adanya indikasi tindak pidana dalam kejadian tersebut," jelas Kombes Pol Heru Agung Nugroho.

Untuk kepentingan penyelidikan, petugas turut mengamankan sejumlah barang yang berkaitan dengan kejadian, salah satunya perahu jukung yang sebelumnya sedang diperbaiki oleh korban bersama rekan-rekannya.

Sampai saat ini, tim gabungan masih melakukan pencarian dengan menyusuri aliran sungai di wilayah Pulau Rimau. Petugas juga tetap memperhatikan faktor keselamatan mengingat proses pencarian berlangsung di area yang diduga menjadi habitat buaya.

Sumber: TribunSumsel.com

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.