Piala Dunia FIFA 2026 berpotensi menjadi titik balik bagi sepak bola putra di Amerika Serikat. Dengan jumlah penonton yang memecahkan rekor, angka pemirsa televisi yang tinggi, serta zona penggemar yang penuh sesak di seluruh negeri, olahraga ini kini menikmati perhatian yang tidak banyak diprediksi beberapa tahun lalu. Saat Tim Nasional Putra Amerika Serikat bersiap menghadapi Belgia untuk memperebutkan tempat di perempat final, banyak penggemar meyakini bahwa turnamen ini telah membawa sepak bola lebih dekat ke pusat perhatian dalam percakapan olahraga di Amerika. Pertanyaannya kini adalah apakah momentum tersebut akan bertahan setelah Piala Dunia berakhir, namun tak diragukan lagi minat terhadap olahraga ini sedang berada pada titik tertinggi dalam sejarah negara ini.
Apakah tim Amerika Serikat asuhan Mauricio Pochettino mampu mengubah euforia Piala Dunia menjadi pertumbuhan jangka panjang? Di seluruh kota tuan rumah, Piala Dunia menjadi peristiwa yang tak bisa diabaikan. Penggemar yang mengenakan jersey Amerika Serikat memenuhi stadion, restoran, taman umum, dan acara nonton bareng. Menurut data yang dikutip oleh BBC, rata-rata 18 juta penonton menyaksikan laga pembuka Amerika Serikat melawan Paraguay di platform Fox, sementara tujuh juta lainnya menonton melalui penyiar berbahasa Spanyol, Telemundo.
Atmosfer tersebut meyakinkan banyak pendukung bahwa sepak bola tidak lagi menjadi olahraga pinggiran di Amerika. Dalam wawancara dengan BBC di Los Angeles, pembuat film dokumenter Erik Olsen menggambarkan turnamen ini sebagai pengalaman yang menyatukan. Ia mengatakan bahwa ajang ini mempertemukan orang-orang dari berbagai latar belakang, baik yang mendukung Amerika Serikat maupun tim yang mewakili akar keluarga mereka.
Perasaan serupa juga muncul di kalangan penggemar muda. Keenah Pacheco, remaja berusia enam belas tahun, mengatakan kepada BBC bahwa menonton Piala Dunia membuatnya terinspirasi untuk kembali bermain sepak bola setelah bertahun-tahun berhenti. Kisah seperti miliknya membantu menjelaskan mengapa banyak pihak meyakini bahwa dampak turnamen ini akan melampaui satu musim panas saja.
Para ahli menilai partisipasi anak muda memainkan peran besar dalam kebangkitan sepak bola. Steve Bank, pakar hukum olahraga dari Fakultas Hukum Universitas California Los Angeles, mengatakan kepada BBC bahwa sepak bola mendapat keuntungan karena sebagian keluarga menghindari sepak bola Amerika di level usia muda akibat kekhawatiran terhadap cedera dan gegar otak.
Lionel Messi, MLS, dan meningkatnya minat penggemar menunjukkan pijakan sepak bola yang semakin kuat di Amerika. Pertumbuhan olahraga ini sebenarnya tidak dimulai dari Piala Dunia kali ini. Dasarnya telah dibangun sejak Amerika Serikat menjadi tuan rumah turnamen tersebut pada tahun 1994. Salah satu hasilnya adalah lahirnya Major League Soccer (MLS), yang kini memiliki 30 klub di Amerika Serikat dan Kanada.
Kehadiran Lionel Messi di MLS juga turut menarik perhatian besar terhadap liga tersebut. Di saat yang sama, penonton Amerika semakin mengikuti kompetisi besar Eropa seperti Liga Premier Inggris dan La Liga Spanyol.
Penelitian dari Ampere Analysis yang dikutip oleh BBC menunjukkan bahwa sepak bola kini sedikit melampaui bisbol sebagai olahraga ketiga paling digemari di Amerika. Sekitar 10% warga Amerika yang disurvei menyebut sepak bola sebagai olahraga favorit mereka.
Meski demikian, tantangan tetap ada. Sepak bola Amerika (American football) dan bola basket masih mendominasi budaya olahraga, liputan media, dan belanja sponsor. Jeff Schneider, direktur eksekutif Center for Sports, Entertainment, Media & Technology Law di Universitas Southern California, mengatakan kepada BBC bahwa sepak bola kini memiliki basis penggemar yang kuat dan setia, namun belum memiliki posisi budaya yang sama dengan olahraga Amerika yang telah lama mapan tersebut.
Beberapa analis juga menyoroti perbedaan budaya olahraga. Pertandingan sepak bola yang cenderung berakhir dengan skor rendah dan hasil imbang dapat terasa asing bagi penggemar yang terbiasa dengan olahraga di mana poin tercipta dengan cepat dan pemenangnya hampir selalu jelas.
Meski begitu, banyak penggemar lama percaya bahwa ada sesuatu yang berbeda dalam Piala Dunia kali ini. Kehadiran penonton yang memecahkan rekor, meningkatnya jumlah pemirsa televisi, serta tim muda Amerika Serikat yang tampil di kandang sendiri telah menciptakan euforia yang terasa berbeda dibanding turnamen-turnamen sebelumnya. Jika tim nasional terus melaju, posisi sepak bola dalam lanskap olahraga Amerika bisa menjadi semakin kuat.