SRIPOKU.COM - Mantan bomber naturalisasi Timnas Indonesia asal Brasil, Alberto Beto Goncalves, mengaku sangat terpukul setelah tim nasional Brasil tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Tim berjuluk Selecao harus mengakui keunggulan Norwegia dengan skor 1-2 pada laga babak 16 besar yang berlangsung di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Senin (6/7/2026) dini hari WIB.
Kekalahan tersebut membuat Beto tak kuasa menahan kesedihan. Bahkan, seluruh anggota keluarganya di Brasil ikut menangis menyaksikan tim favorit mereka gagal melangkah ke perempat final.
"Kita sedih, kita semua sedih di Brasil. Seluruh jalan, seluruh tempat ramai nonton bareng," ujar Beto kepada Sripoku.com, Senin (6/7/2026).
Mantan penyerang Sriwijaya FC itu menilai penampilan Brasil pada laga tersebut jauh dari performa terbaik. Menurutnya, skuad asuhan Carlo Ancelotti tampil kurang konsentrasi sehingga gagal mengonversi banyak peluang menjadi gol.
"Beto menyebut Brasil kurang konsentrasi, masih sedikit loyo, dan tidak terlalu fokus. Jadi gagal penalti, banyak peluang gol enggak masuk. Akhirnya Norwegia sudah dua gol," katanya.
Dalam pertandingan itu, Norwegia memastikan kemenangan berkat dua gol yang dicetak Erling Braut Haaland pada menit ke-79 dan menit ke-90. Brasil hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui eksekusi penalti Neymar pada menit ke-90+10.
Beto yang kini memperkuat Persekabpas Pasuruan di Liga Nusantara mengaku kekalahan Brasil menjadi pukulan emosional bagi keluarganya. Ketiga anaknya, kedua orang tuanya, hingga dirinya sendiri tak mampu membendung air mata.
"Jadi kita sedih, anak saya menangis, tiga-tiganya karena Brasil kalah. Papa saya, mama saya, termasuk saya juga menangis," ungkap pemain kelahiran Brasil, 31 Desember 1980 itu.
Mantan pemain PSIS Semarang tersebut mengatakan keluarganya sempat berharap besar Brasil mampu mengakhiri penantian panjang dengan kembali meraih gelar juara dunia.
"Menangis semua karena kita di sini harapannya Brasil bisa juara karena sudah mulai bagus. Tapi lawan baru saja, enggak tahu apa yang terjadi sama mereka," ujarnya.
Menurut Beto, Brasil sebenarnya tampil lebih dominan sepanjang pertandingan. Namun, Norwegia mampu memanfaatkan peluang yang dimiliki dengan lebih efektif.
• Amirul Mukminin: APSSI Sumsel Target Cetak Lebih Banyak Pelatih Berlisensi
Beto mengatakan padahaln Norwegia tidak terlalu mewah, tidak banyak peluang. Tapi mereka punya keberuntungan. Tiga peluang dapat dua gol. Sementara Brasil punya banyak peluang tapi tidak masuk.
"Kita banyak peluang tapi tidak masuk gol. Ya itulah, ini namanya sepak bola," sambung mantan striker Madura United tersebut.
Sebelum pertandingan berlangsung, Beto mengaku sangat optimistis Brasil mampu melaju hingga babak delapan besar bahkan menjadi juara Piala Dunia 2026.
"Kualitas individu bagus. Kita punya pemain yang punya pengalaman bermain di Eropa. Sangat optimistis. Meskipun banyak yang memprediksi Argentina, Spanyol, Portugal, semua tim rata-rata punya pemain berkualitas," pungkasnya.