Perjalanan luar biasa Cristiano Ronaldo di Piala Dunia FIFA berakhir dengan penuh emosi pada hari Senin ketika Portugal disingkirkan oleh Spanyol di babak 16 besar, menandai penutupan penampilan keenam sekaligus terakhir sang legenda di ajang sepak bola terbesar dunia.
Pemain berusia 41 tahun itu meninggalkan lapangan dengan wajah penuh emosi setelah Portugal kalah 1-0. Ia sempat melambaikan tangan kepada para pendukung yang hadir sebelum menyeka air matanya, sepenuhnya menyadari bahwa kariernya di Piala Dunia telah mencapai ujungnya.
Menanggapi kekalahan tersebut, Ronaldo mengakui bahwa rasa kecewa itu sulit disembunyikan.
“Sedih — itu hal yang wajar setelah tersingkir seperti ini,” ujar Ronaldo seusai pertandingan, beberapa saat setelah menutupi matanya dengan tangan kanannya.
Meskipun babak Piala Dunia dalam hidupnya telah berakhir, peraih lima penghargaan Ballon d'Or itu menegaskan bahwa ia tidak menyesali apa pun yang telah ia berikan untuk negaranya.
“Saya sudah memberikan segalanya, saya telah memberikan yang terbaik, dan saya pergi dengan hati yang tenang,” katanya. “Inilah sepak bola, inilah kehidupan seorang pesepak bola. Kadang kita menang, kadang kita kalah.”
Sebelum pertandingan, Ronaldo telah menyatakan harapannya agar perjalanan terakhirnya di Piala Dunia bisa berlanjut, serta ingin menikmati setiap momen yang tersisa. Namun, setelah Portugal tersingkir, ia kembali menegaskan bahwa turnamen kali ini benar-benar menjadi yang terakhir baginya di panggung dunia.
Walau menutup peluang tampil di Piala Dunia berikutnya, Ronaldo tidak langsung mengungkapkan rencana masa depannya di dunia sepak bola.
“Ya, ini adalah Piala Dunia terakhir saya, tetapi untuk hal-hal lainnya, saya akan punya waktu untuk memikirkannya, bersama keluarga, dan tidak membuat keputusan tergesa-gesa. Hidup harus terus berjalan,” ujarnya.
Kapten tim Portugal itu nyaris mencetak gol ke gawang Spanyol. Peluang terbaiknya datang di babak pertama saat kiper Spanyol, Unai Simón, melakukan penyelamatan spektakuler dengan melompat tinggi dan meraih bola menggunakan kedua tangannya. Ronaldo mencatatkan tiga tembakan sepanjang laga, dua di antaranya memaksa Simón melakukan penyelamatan, termasuk tendangan salto setelah sundulan João Félix memantul dari bahu sang kiper.
Pelatih Portugal, Roberto Martínez, memberikan penghormatan emosional kepada Ronaldo seusai pertandingan, memuji pengaruh besar sang kapten terhadap tim dan warisan yang ia tinggalkan di dunia sepak bola.
“Dia adalah teladan, sosok panutan yang harus ditiru. Ini adalah seseorang yang perlu kita rayakan. Kita sedang berbicara tentang ikon sepak bola,” kata Martínez. “Tidak banyak Cristiano Ronaldo di luar sana. Kita harus berterima kasih kepadanya. Mimpinya adalah memenangkan Piala Dunia dan ia menunjukkan teladan luar biasa di ruang ganti.”
Meski Ronaldo tidak pernah mengangkat trofi Piala Dunia, pengaruhnya terhadap sepak bola Portugal tak tertandingi. Sebelum eranya, Portugal belum pernah menjuarai turnamen besar internasional, namun di bawah kepemimpinannya, mereka berhasil memenangkan Kejuaraan Eropa 2016 dan kemudian menambah gelar UEFA Nations League pada 2019 dan 2025.
Piala Dunia terakhir Ronaldo juga menambah catatan luar biasa dalam kariernya. Ia tetap menjadi satu-satunya pemain yang mencetak gol di enam Piala Dunia berturut-turut dan masih memegang rekor sebagai pencetak gol internasional terbanyak dengan 146 gol. Ia menutup kariernya di Piala Dunia dengan total 11 gol, menempati posisi kesembilan dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa turnamen tersebut.
Salah satu momen paling ikoniknya di Piala Dunia terjadi pada 2018 ketika ia mencetak hat-trick menakjubkan melawan Spanyol dalam hasil imbang 3-3 di fase grup. Pada usia 33 tahun, ia menjadi pemain tertua yang mencetak hat-trick di Piala Dunia—rekor yang bertahan hingga Lionel Messi, di usia 38 tahun, mencetak tiga gol untuk Argentina melawan Aljazair pada 16 Juni.
Meski mimpinya di Piala Dunia berakhir dengan rasa pahit, Ronaldo meninggalkan turnamen ini sebagai salah satu pemain terbesar sepanjang masa, dengan warisan yang melampaui gol dan rekor yang ia torehkan.