TRIBUN-SULBAR.COM,MAMUJU TENGAH– Pemerintah Desa Palongaan, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, membangun infrastruktur jalan rabat beton menggunakan dana yang bersumber dari Pendapatan Asli Desa (PADes) tahun anggaran 2026.
Nilai proyek tersebut mencapai Rp785 juta dan digunakan untuk membangun jalan beton di sejumlah titik yang menjadi akses utama masyarakat.
Kepala Desa Palongaan, Semuel Pampang Langi, mengatakan pembangunan jalan rabat beton memiliki total panjang 500 meter dengan lebar 4,5 meter.
Baca juga: Kepala BGN Nanik S Deyang dan Jajarannya Datangi KPK di Tengah Isu MBG
Baca juga: Kondisi Drainase Depan Rumah Jabatan Wakil Bupati Mamuju Jadi Sorotan Warga
Pekerjaan dibagi ke dalam lima titik, masing-masing sepanjang 100 meter.
"Pembangunan dilakukan di lima lorong yang tersebar di tiga dusun, yaitu Dusun Sidomulyo, Dusun Sumber Sari, dan Dusun Mekar Sari 1," kata Semuel saat ditemui di Kantor Desa Palongaan, Selasa (7/7/2026).
Menurut Semuel, pembangunan tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan masyarakat yang menginginkan akses jalan yang lebih baik untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Ia menjelaskan, seluruh anggaran proyek berasal dari PADes tanpa menggunakan Dana Desa sebagai sumber utama pembiayaan.
PADes Desa Palongaan sebagian besar diperoleh dari pengelolaan aset desa berupa perkebunan kelapa sawit dengan luas sekitar 17 hingga 19 hektare.
Pendapatan dari sektor tersebut selama ini menjadi penopang berbagai program pembangunan dan kegiatan sosial di desa.
Semuel mengatakan, sebelumnya PADes telah dimanfaatkan untuk sejumlah program kemasyarakatan, seperti bantuan bagi rumah ibadah, santunan duka, hingga dukungan untuk kegiatan masyarakat.
Namun, pembangunan jalan rabat beton dalam skala seperti saat ini menjadi proyek infrastruktur pertama yang dibiayai sepenuhnya melalui PADes.
Selain pembangunan jalan, pemerintah desa juga mengalokasikan sebagian PADes tahun ini untuk pembangunan pagar kantor desa yang dilengkapi talud.
Menurut Semuel, keberadaan PADes memberikan ruang bagi pemerintah desa untuk tetap menjalankan pembangunan meski kebijakan efisiensi anggaran sedang diterapkan di berbagai tingkatan pemerintahan.
"Kami bersyukur masih memiliki PADes yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan. Dengan begitu, kebutuhan masyarakat tetap bisa dipenuhi tanpa sepenuhnya bergantung pada Dana Desa," ujarnya.
Ke depan, Pemerintah Desa Palongaan menargetkan pembangunan infrastruktur dapat menjangkau seluruh wilayah desa.
Pada tahun berikutnya, pembangunan jalan akan dilanjutkan ke dusun-dusun yang belum memperoleh pembangunan pada tahun ini.
Semuel berharap pengelolaan PADes terus meningkat sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, baik melalui pembangunan fisik maupun program pemberdayaan lainnya.