BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ( Babel ) menyoroti masih stagnannya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di sejumlah pabrik di Pulau Bangka. Kondisi tersebut dinilai tidak sejalan dengan kenaikan harga Crude Palm Oil (CPO) yang terus menunjukkan tren positif dalam beberapa waktu terakhir.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Apkasindo Bangka Belitung, Jamaludin mengatakan, harga CPO yang tercatat di Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) telah mencapai Rp15.600 per kilogram untuk penawaran Excld PPN Franco Belawan dan Dumai.
Menurutnya, kenaikan harga CPO tersebut semestinya berdampak langsung terhadap peningkatan harga TBS yang diterima petani.
"Dengan kenaikan harga CPO harusnya menaikan, harusnya pabrik juga menaikan, ini tidak naik," kata Plt Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Babel, Jamaludin kepada Bangkapos.com, Selasa (7/7/2026).
Ia menambahkan, dengan harga CPO yang berada di kisaran Rp15.600 per kilogram, harga TBS semestinya sudah mencapai rata-rata sekitar Rp3.250 per kilogram.
"Harapan kita naik dengan harga CPO ini, ini tidak ada kenaikan stagnan," lanjutnya.
Ia juga menyebutkan, harga TBS di Belitung dan Belitung Timur telah berada di kisaran Rp3.500 per kilogram. Sementara di Pulau Bangka tertinggi mencapai Rp3.250 per kilogram.
"Kita bersyukur harga ini naik lumayan dibanding sebelumnya," terangnya.
Ia juga mengharapkan, dengan rencana program B50 terkait bahan bakar biodiesel yang diluncurkan secara nasional oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Harapan kita, ada kenaikan harga kelapa sawit. Tetapi itu belum tahu, seperti apa dan sejauh mana. Tentu harapan kita harga sawit kembali naik," ujarnya.
Dia mengungkapkan, penyebab harga TBS kelapa sawit di Belitung lebih mahal, karena pabrik kelapa sawit (PKS) tidak mencari keuntungan berlebihan.
"Kebun sawit rakyat sangat luas di Bangka, dan PKS kurang. Jadi hukum pasar, yang berlaku. Sementara PKS di Belitung mencari keuntungan tidak berlebihan dan mikirin nasib petani," terangnya.
Ia juga menyampaikan pesan, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit Indonesia kembali normal.
Penegasan ini disampaikan saat harga TBS sawit sempat melemah usai pengumuman mekanisme ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
"Dari statmen Pak Menteri Pertanian, minta semua pihak mendukung terkait harga TBS sawit ini. Apkasindo Babel, menyambut baik statmen menteri demi kesejahteraan petani sawit indonesia, menghadapi harga pupuk mahal," terangnya.
Jamaludin, meyakini, penyebab terjadinya kenaikan harga TBS kelapa sawit saat ini.
Karena sejumlah faktor dari meningkatnya harga CPO dan sejumlah intervensi yang dilakukan pemerintah dengan melakukan sejumlah pertemuan dengan petani dan Satgas Pangan. (Bangkapos.com/Riki Pratama)