Pelatih kepala tim nasional Belgia, Rudi Garcia, mengambil sikap menenangkan setelah timnya meraih kemenangan meyakinkan 4-1 atas Amerika Serikat, menegaskan bahwa Folarin Balogun tidak seharusnya disalahkan atas kontroversi terkait kelayakannya bermain, dan mengungkapkan bahwa penyerang asal Amerika tersebut secara pribadi mendatanginya usai peluit akhir dibunyikan.
Keterlibatan Balogun menjadi sorotan utama menjelang laga babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 setelah FIFA menangguhkan pelaksanaan hukuman larangan satu pertandingan yang diterimanya, sehingga memungkinkan dirinya bermain melawan Belgia meski sebelumnya mendapat kartu merah saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina. Keputusan tersebut memicu kritik luas di dunia sepak bola, dengan federasi sepak bola Belgia mempertanyakan langkah itu dan sejumlah tokoh ternama menyoroti potensi preseden yang dapat ditimbulkan.
Namun, Garcia menegaskan bahwa rasa frustrasinya tidak pernah ditujukan kepada sang pemain.
“Balogun datang untuk berbicara kepada saya, dan saya menghargai itu. Ini bukan salahnya, dia bukan pihak yang patut disalahkan. Saya mengatakan hal itu kepadanya. Saya menghargai sikapnya yang datang untuk berbicara,” ujar Garcia seperti dikutip dari The Athletic.
Belgia tetap fokus meski di tengah gangguan luar lapangan
Garcia juga menepis anggapan bahwa kontroversi Balogun memberikan motivasi tambahan bagi skuadnya, menegaskan bahwa fokus Belgia sepenuhnya tertuju pada penerapan rencana taktis mereka di lapangan.
“Kami tidak membutuhkan hal itu sebagai motivasi tambahan. Yang benar-benar penting bagi kami adalah rencana permainan kami. Kami ingin tampil dominan; tim Amerika Serikat sangat dinamis dan penuh energi. Kami bahkan tidak membutuhkan Kevin (De Bruyne), kami tetap mencetak gol,” ujarnya.
Tim Belgia membuktikan ucapan pelatih mereka dengan performa dominan di Seattle. Charles De Ketelaere tampil gemilang dengan dua gol yang membuatnya dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Pertandingan, Hans Vanaken mencetak gol pertamanya di Piala Dunia FIFA, dan pemain pengganti Romelu Lukaku menambah satu gol di masa tambahan waktu untuk menutup kemenangan besar tersebut.
Amerika Serikat sempat menyamakan kedudukan lewat tendangan bebas Malik Tillman yang berbelok arah, namun kesalahan di lini pertahanan serta blunder dari penjaga gawang Matt Freese membuat Belgia mampu menjauh.
Pujian untuk Belgia, kekhawatiran atas cedera Onana
Di tengah perayaan keberhasilan lolos ke perempat final, Garcia juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para pendukung Belgia yang begadang demi menyaksikan pertandingan tersebut.
“Saya pikir sekarang sudah pukul 4 pagi di Belgia. Kepada semua orang yang bangun di tengah malam untuk mendukung kami, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Mereka seharusnya bangga dan bahagia dengan penampilan para pemain hari ini. Kami telah menunjukkan bahwa Belgia adalah bangsa sepak bola yang hebat. Para pemain tampil luar biasa dan menjalankan rencana permainan dengan sempurna. Kami menguasai permainan sepanjang pertandingan. Sekali lagi, ini adalah hasil dari kerja sama tim yang luar biasa,” kata Garcia.
Meski demikian, pelatih Belgia itu mengakui adanya satu kekhawatiran besar di balik kemenangan telak tersebut.
“Satu hal yang sangat mengecewakan, satu awan gelap di malam ini, adalah cedera yang dialami Amadou Onana. Kami merasa berutang padanya untuk terus berjuang di babak kedua, memenangkan pertandingan, dan memastikan tempat di perempat final,” tambahnya.
Belgia selanjutnya akan menghadapi Spanyol di babak perempat final pada 10 Juli mendatang.