TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado buka suara terkait meninggalnya peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Fakultas Kedokteran, dr Adrian Rantung.
Saat ini, pihak Unsrat masih menunggu hasil investigasi terkait meninggalnya dokter tersebut.
Mereka menegaskan belum akan menyampaikan kesimpulan mengenai peristiwa tersebut sebelum proses pendalaman yang dilakukan bersama pihak terkait rampung.
Kepala Bagian Humas Unsrat, Dr Max Rembang, mengatakan Rektor Unsrat, Prof Berty Sompie dijadwalkan menggelar rapat bersama jajaran pimpinan RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado pada Selasa (7/7/2026) sore.
Menurutnya, pertemuan tersebut bertujuan memperoleh informasi yang utuh mengenai peristiwa yang menimpa peserta PPDS tersebut.
"Hari ini sekitar pukul 15.00 Wita, Pak Rektor akan rapat dengan pihak Rumah Sakit Prof Kandou. Saat ini semuanya masih dalam proses investigasi," kata Max Rembang saat dihubungi Tribun Manado melalui sambungan WhatsApp.
Ia menegaskan, Unsrat menghormati proses investigasi yang sedang berjalan sehingga belum dapat memberikan keterangan lebih jauh.
Menurut Max, pihak universitas akan mengupayakan penyampaian informasi secara resmi kepada publik setelah seluruh proses investigasi selesai.
"Nanti akan diupayakan konferensi pers apabila hasil investigasi sudah selesai. Saat ini kami masih menunggu hasilnya," ujarnya. (Pet)
Baca juga: Prakiraan Cuaca Manado Sulut Besok Rabu 8 Juli 2026
(TribunManado.co.id/Pet)
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini