Nyimas Laula Protes usai Dikritik Netizen, Singgung Pria di Gym Bali: Kenapa Gw Harus Edukasi Dia
Rita Lismini July 07, 2026 03:54 PM

TRIBUNBENGKULU.COM - Fotografer Nyimas Laula kembali menjadi sorotan setelah merespons kritik warganet terkait video viral dirinya memarahi seorang pria di sebuah gym di Bali.

Dalam unggahan terbarunya di Threads, Nyimas menjawab komentar netizen yang menilai dirinya seharusnya tidak perlu memarahi pria tersebut dan cukup memberikan penjelasan karena situasi yang dinilai berbahaya.

"Mbaknya g perlu marah2 cukup jelasin aja krn emang berbahaya," tulis netizen.

Menanggapi komentar tersebut, Nyimas mempertanyakan mengapa dirinya yang justru diminta memberikan edukasi, padahal menurutnya pria yang melintas di area latihan sudah seharusnya memahami aturan gym.

"Gw kan lagi mau ngangkat max (beban maksimal) yah? Kenapa gw yang harus edukasi dia, yg harusnya udah tau GYM RULES (aturan gym) saat lagi kelas begimana?" balas Nyimas.

Menurut Nyimas, dirinya dan pria yang melintas dalam video sama-sama merupakan member gym sehingga seharusnya telah mendapatkan penjelasan mengenai aturan keselamatan saat berada di area latihan.

"Selengkapnya soal etiket di functional gym (area gym untuk latihan gerak fungsional seperti Olympic weightlifting), gw dan orang lewat yg tersebut sama-sama member, yg harusnya sudah di brief mengenai aturan safety (keamanan) & blocking kelas (pembatasan area saat kelas berlangsung). Soal spesifik tentang etika weightlifting (angkat beban/Olympic weightlifting), bisa dibaca di thread coach Wahyu," tulisnya.

Komentar lain juga mempertanyakan mengapa area latihan tidak dijaga agar tidak ada orang yang melintas.

"Menurut saya, kalo emang di public area, terus itu kan ada temen-temennya di belakang, kenapa gak di jaga sisi kanan dan kiri, biar gak ada orang yang lewat?" tulis netizen lainnya.

Menjawab hal tersebut, Nyimas mengaku upaya pembatasan sebenarnya sudah pernah dilakukan. Namun, menurutnya masih ada orang yang tetap melintas di area tersebut.

"Udah dibarikade aja orang suka nyelonong, emang banyak org gak punya spatial awareness (kesadaran terhadap ruang dan posisi di sekitar). Pernah dibarikade sama bench, bench diloncatin sambil lari," tulisnya.

Di tengah perdebatan yang masih berlangsung, Nyimas juga mengungkapkan bahwa viralnya video tersebut justru membawa perubahan di tempat gym tempat dirinya berlatih.

"Mau bilang makasih buat warga Threads karena viral hari ini akhirnya gym sudah di relayout demi safety (keamanan) semua member," tulis Nyimas.

Meski masih mempertahankan pendapatnya terkait pentingnya keselamatan dan etika di area latihan, Nyimas mengakui dirinya tidak seharusnya mengucapkan kata-kata kasar saat insiden tersebut terjadi.

Pengakuan itu disampaikan dalam unggahan yang sama di akun Threads pribadinya.

"Gw juga take accountability (bertanggung jawab atau mengakui kesalahan) bahwa seharusnya gak mengeluarkan kata kata kasar seperti yg di video. I will do better (Saya akan menjadi lebih baik/berusaha memperbaiki diri)," lanjutnya.

Meski mengakui kesalahannya dalam bertutur kata, Nyimas tetap menegaskan bahwa persoalan utama yang ingin disampaikannya sejak awal adalah mengenai keselamatan dan etika saat berada di area latihan, khususnya ketika atlet sedang melakukan angkatan maksimal.

Sebelumnya, Nyimas Laula menjadi sorotan setelah video dirinya memarahi seorang pria yang melintas di dekat area Olympic weightlifting viral di media sosial.

Insiden tersebut memicu pro dan kontra, hingga Nyimas memberikan klarifikasi bahwa tindakannya dipicu kekhawatiran terhadap aspek keselamatan saat melakukan percobaan angkatan maksimal atau personal record (PR), yakni rekor angkatan terbaik yang pernah dicapai seorang atlet.

Klarifikasi Nyimas

Ia menjelaskan bahwa video yang beredar tidak menampilkan keseluruhan kejadian sehingga memunculkan kesalahpahaman.

Menurut Nyimas, insiden itu terjadi saat dirinya sedang melakukan attempt 115 persen atau percobaan mengangkat beban untuk mencetak personal record (PR).

Pada momen tersebut, kata dia, seorang pria justru melintas di area platform tempat latihan berlangsung.

"Gimana rasanya lagi mau attempt 115 persen ada orang tolol lewat-lewat. Jadi complexes kan tuh," tulis Nyimas dalam unggahan Threads yang telah dilihat lebih dari 600 ribu kali.

Dalam unggahan berikutnya, Nyimas menjelaskan pria tersebut bukan hanya sekali melintas.

Ia mengklaim pria itu sudah tiga kali bolak-balik mengganti dumbbell dan tetap memilih berjalan di sisi platform meski masih tersedia jalur lain yang lebih aman.

"Gini ya, ini orang udah 3x bolak balik gonta ganti dumbbell, di depan itu ada space buat jalan, tapi dia milih melipir lewat platform. Iya platform itu dedicated buat Olympic weightlifting, posisi lagi kelas, dan attempt PR," tulisnya.

Nyimas menegaskan platform tersebut merupakan area khusus yang digunakan untuk latihan Olympic weightlifting dan seharusnya tidak dilintasi orang lain ketika ada atlet yang sedang mengangkat beban.

Menurutnya, tindakan melintas di dekat lifter bukan hanya membahayakan orang yang berjalan, tetapi juga dapat mengganggu konsentrasi atlet sehingga berisiko menimbulkan kecelakaan.

"Kenapa gak boleh lewat situ? Membahayakan lifter dan orang yang lewat. Kalau dia yang kena sih bodo amat ya, salah sendiri gak pake spatial awareness, tp kalo yg jadi cedera yg lagi ngangkat, apa dia mau nanggung? Kalau gym lagi kelas, ADA dedicated space buat kelasnya," tulis Nyimas.

Unggahan tersebut kemudian memunculkan komentar dari sejumlah warganet yang menilai pria dalam video sebenarnya tidak menginjak platform, melainkan hanya berjalan di pinggirnya.

"kalau lomba beneran ya area harus clear, kalo gym umum ya gpp diinjak, itu kan cuma lapisan biar kalo stick dan beban jatuh tidak langsung kena lantai.. kemarin aku liat utas mas2 emang depan mbak itu t4 naruh dumble jadi wajar ada orang bolak balik ambil dumble," kata netizen. 

Menanggapi hal itu, Nyimas kembali memberikan penjelasan.

Ia mengaku posisi pria tersebut hanya berjarak sekitar satu langkah dari ujung barbel yang sedang digunakannya sehingga tetap dinilai berbahaya.

"Coba abang liat, itu posisi dia cuma 1 step dari ujung barbell. Beda jauh sama ini jaraknya," tulisnya sambil mengunggah tangkapan layar posisi pria tersebut.

Bahkan, Nyimas menantang warganet yang masih menganggap tindakan pria itu tidak bermasalah untuk mencoba berdiri di posisi serupa saat ada atlet melakukan gerakan snatch maupun clean and jerk.

"Ni yang masih pada bilang gak nginjek platform, lewat pinggir, space masih banyak, ayo gw tantangin lo di situ diem gak bergerak pas lagi ada yg lifting, snatch atau clean and jerk, gimana? Ayooo," tulisnya.

Sementara itu netizen justru dibuat penasaran dengan sosok Nyimas Laula, siapakah dia?

Profil Nyimas Laula

Nyimas Laula sendiri merupakan seorang fotografer asal Bali. 

Instagram Nyimas Laula memiliki 66,4 ribu pengikut.

Aktif di media sosial, Nyimas banyak membagikan hasil fotonya yang keren. 

Bila dilihat dari Instagramnya, dia banyak membagikan foto-foto dengan tema human interest hingga street fotografi sebelum akun tersebut memdadak hilang setelah Nyomas panen hujatan. 

Dilansir dari berbagai sumber, Nyimas Laula merupakan seorang jurnalis foto yang karyanya fokus pada isu lingkungan dan hak asasi manusia di seluruh negeri. 

Dia memulai perjalanannya pada tahun 2015 dan sejak itu bekerja dengan Reuters, The New York Times, National Geographic, dan VICE.

Pada 2015, Nyimas mendokumentasikan kedatangan pengungsi Rohingya di Aceh dan meliput salah satu kebakaran hutan terburuk dalam sejarah negara tersebut untuk Greenpeace. Selama enam bulan di tahun 2019, Nyimas menelusuri jejak polusi plastik di Pulau Bali, mendokumentasikan inisiatif yang mulai muncul untuk mengatasi masalah tersebut.

Karya Nyimas yang sempat ditampilkan pada pameran kolektif UNDP tentang Dampak Jauh dari Covid-19 di Photoville, Brooklyn, NYC, tahun 2020. 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.