TRIBUNBENGKULU.COM - Nyimas Laula akhirnya buka suara terkait video dirinya yang viral karena memarahi seorang pria di sebuah gym di Bali.
Fotografer profesional asal Bali itu menjelaskan bahwa tindakannya bukan hanya karena seseorang melintas di dekatnya, melainkan karena pria tersebut dinilai tidak memahami aturan keselamatan saat berada di area latihan Olympic weightlifting.
Menurut Nyimas, kejadian itu terjadi ketika dirinya sedang melakukan attempt 115 persen atau percobaan mengangkat beban maksimal untuk mencetak personal record (PR).
Saat itu, kata Nyimas, seorang pria beberapa kali melintas di area platform tempat dirinya melakukan latihan, padahal area tersebut merupakan zona khusus untuk latihan Olympic weightlifting.
"Gimana rasanya lagi mau attempt 115 persen ada orang tolol lewat-lewat. Jadi complexes kan tuh," tulis Nyimas dalam unggahan Threads pribadinya.
Nyimas mengklaim pria tersebut sudah tiga kali bolak-balik mengambil dumbbell dan tetap memilih melewati area platform meski terdapat jalur lain yang lebih aman.
"Gini ya, ini orang udah 3x bolak balik gonta ganti dumbbell, di depan itu ada space buat jalan, tapi dia milih melipir lewat platform," jelasnya.
Ia menegaskan area tersebut memiliki aturan keamanan karena berkaitan dengan keselamatan lifter maupun orang yang berada di sekitar.
"Kenapa gak boleh lewat situ? Membahayakan lifter dan orang yang lewat," tulis Nyimas.
Dalam unggahan terbarunya di Threads, Nyimas juga menjawab komentar netizen yang menilai dirinya seharusnya tidak perlu marah dan cukup memberikan penjelasan karena situasi tersebut dianggap berbahaya.
"Mbaknya g perlu marah2 cukup jelasin aja krn emang berbahaya," tulis seorang netizen.
Menanggapi komentar itu, Nyimas mempertanyakan mengapa dirinya yang harus memberikan edukasi, sementara menurutnya setiap member gym seharusnya sudah memahami aturan keselamatan.
"Gw kan lagi mau ngangkat max (beban maksimal) yah? Kenapa gw yang harus edukasi dia, yg harusnya udah tau GYM RULES (aturan gym) saat lagi kelas begimana?" balas Nyimas.
Ia menjelaskan bahwa dirinya dan pria dalam video tersebut sama-sama merupakan member gym, sehingga seharusnya sudah mendapatkan pemahaman terkait aturan safety dan pembatasan area ketika kelas berlangsung.
"Gw dan orang lewat yg tersebut sama-sama member, yang harusnya sudah di-brief mengenai aturan safety (keamanan) & blocking kelas (pembatasan area saat kelas berlangsung)," tulisnya.
Nyimas juga menanggapi komentar warganet yang mempertanyakan mengapa area latihan tidak dijaga agar orang lain tidak melintas.
Menurutnya, upaya pembatasan sebenarnya sudah pernah dilakukan, tetapi masih ada orang yang melewati area tersebut.
"Udah dibarikade aja orang suka nyelonong, emang banyak orang gak punya spatial awareness (kesadaran terhadap ruang dan posisi di sekitar)," ungkap Nyimas.
Ia bahkan mengaku pernah menemukan orang yang tetap melewati pembatas meski sudah dibuat sebagai tanda larangan.
Di tengah perdebatan yang muncul, Nyimas menyebut viralnya kejadian tersebut justru membawa perubahan di tempat gym ia berlatih.
"Mau bilang makasih buat warga Threads karena viral hari ini akhirnya gym sudah di relayout demi safety (keamanan) semua member," tulisnya.
Meski tetap mempertahankan pendapat soal pentingnya keselamatan dan etika di area latihan, Nyimas mengakui dirinya melakukan kesalahan saat menyampaikan teguran.
Ia meminta maaf karena menggunakan kata-kata kasar dalam video yang beredar.
"Gw juga take accountability bahwa seharusnya gak mengeluarkan kata-kata kasar seperti yang di video. I will do better," tulis Nyimas.
Namun, ia menegaskan bahwa inti persoalan yang ingin disampaikan sejak awal adalah mengenai keselamatan dan etika ketika berada di area latihan, terutama saat seseorang sedang melakukan angkatan maksimal.
Sementara itu netizen justru dibuat penasaran dengan sosok Nyimas Laula, siapakah dia?
Nyimas Laula sendiri merupakan seorang fotografer asal Bali.
Instagram Nyimas Laula memiliki 66,4 ribu pengikut.
Aktif di media sosial, Nyimas banyak membagikan hasil fotonya yang keren.
Bila dilihat dari Instagramnya, dia banyak membagikan foto-foto dengan tema human interest hingga street fotografi sebelum akun tersebut mendadak hilang setelah Nyimas panen hujatan.
Dilansir dari berbagai sumber, Nyimas Laula merupakan seorang jurnalis foto yang karyanya fokus pada isu lingkungan dan hak asasi manusia di seluruh negeri.
Dia memulai perjalanannya pada tahun 2015 dan sejak itu bekerja dengan Reuters, The New York Times, National Geographic, dan VICE.
Pada 2015, Nyimas mendokumentasikan kedatangan pengungsi Rohingya di Aceh dan meliput salah satu kebakaran hutan terburuk dalam sejarah negara tersebut untuk Greenpeace. Selama enam bulan di tahun 2019, Nyimas menelusuri jejak polusi plastik di Pulau Bali, mendokumentasikan inisiatif yang mulai muncul untuk mengatasi masalah tersebut.
Karya Nyimas yang sempat ditampilkan pada pameran kolektif UNDP tentang Dampak Jauh dari Covid-19 di Photoville, Brooklyn, NYC, tahun 2020.
Menariknya Nyimas tidak hanya piawai menangkap momen lewat lensa, melainkan juga aktif bertindak sebagai sutradara.
Pada tahun 2021, ia sukses menakhodai sebuah serial dokumenter emosional yang mengupas tuntas mengenai dampak hantaman pandemi Covid-19 terhadap kelangsungan hidup komunitas petani gula kelapa di wilayah Jawa Tengah.
Eksistensi karyanya yang kerap nangkring di media-media besar seperti VICE News hingga DIE ZEIT menunjukkan kapasitasnya sebagai salah satu jurnalis foto perempuan Indonesia yang diperhitungkan di tingkat global.
Namun, di tengah rekam jejak profesional tersebut, Nyimas kini menjadi sorotan setelah video dirinya memarahi seorang pria di sebuah gym di Bali viral di media sosial.