TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA – Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, tercatat mengalami delapan kali erupsi sejak dini hari hingga sore, Selasa (7/7/2026), tinggi kolom abu tertinggi mencapai 1.400 meter di atas puncak.
Erupsi teranyar terjadi pukul 16:40 WITA dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 700 meter di atas puncak (± 2284 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 10.5 mm dan durasi 140 detik.
Sebelumnya erupsi terjadi pada pukul 15.34 Wita. Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-Laki melaporkan kolom abu setinggi sekitar 300 meter di atas puncak atau sekitar 1.884 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang dan bergerak ke arah barat hingga barat laut. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 7,4 milimeter dan durasi 36 detik.
Gunung itu juga meletus pada pukul 15.18 Wita dengan kolom abu setinggi 200 meter di atas puncak. Erupsi ini memiliki amplitudo maksimum 10,5 milimeter dan berlangsung selama 39 detik.
Erupsi dengan kolom abu tertinggi terjadi pada pukul 11.37 Wita. Saat itu, kolom abu mencapai sekitar 1.400 meter di atas puncak atau sekitar 2.984 meter di atas permukaan laut. Abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat dan barat laut. Aktivitas tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 47,3 milimeter dan durasi 87 detik.
Baca juga: Dua Tahun Mengungsi, Penyintas Gunung Lewotobi Jual Seng Bekas demi Menyambung Hidup
Pada pukul 14.19 Wita, Gunung Lewotobi Laki-Laki kembali erupsi dengan kolom abu mencapai 800 meter di atas puncak. Erupsi berdurasi 78 detik itu juga mengarah ke barat dan barat laut.
Sementara itu, letusan pada pukul 09.50 Wita menghasilkan kolom abu setinggi 800 meter di atas puncak dengan amplitudo maksimum 47,3 milimeter dan durasi 46 detik.
Erupsi lainnya terjadi pada pukul 07.11 Wita dengan tinggi kolom abu sekitar 500 meter di atas puncak. Abu vulkanik bergerak ke arah barat daya dan barat. Aktivitas tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 44,4 milimeter dan berlangsung selama 106 detik.
Erupsi pertama pada hari itu terjadi pukul 03.59 Wita. Kolom abu teramati mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak atau sekitar 2.584 meter di atas permukaan laut. Erupsi berlangsung selama 151 detik dengan amplitudo maksimum 29,6 milimeter.
Baca juga: Erupsi Gunung Lewotobi, Bandara Frans Seda Maumere Sikka, 6 Penerbangan Dibatalkan
Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki masih berada pada Level Siaga (III). Masyarakat dan wisatawan diimbau tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.
Warga juga diminta tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya.
Selain itu, masyarakat di daerah aliran sungai yang berhulu di Gunung Lewotobi Laki-Laki diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi, terutama di wilayah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
PVMBG juga mengimbau masyarakat yang terdampak hujan abu agar menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk mengurangi risiko gangguan pada sistem pernapasan.
Pemerintah daerah diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-Laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk memperoleh informasi terbaru mengenai aktivitas gunung tersebut.
PVMBG/Tribun Flores