Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan
TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Warga Desa Kelilik, Zairin, menceritakan awal penemuan mayat berjenis kelamin laki-laki di aliran Sungai Air Ketapang, Desa Kelilik, Kepahiang, pada Senin (6/7/2026).
"Iya saya dan anak saya pertama kali melihat mayat itu," ucap Zairin.
Penemuan Mayat Berawal Saat Tebang Bambu
Berdasarkan pantauan TribunBengkulu.com di lokasi kejadian, ramai warga yang melihat mayat yang sudah dalam kondisi membengkak, dipenuhi belatung, dan beraroma kurang sedap.
Sebelum mayat ditemukan, Zairin sedang menebang bambu di sekitar sungai tempat mayat tersebut ditemukan.
"Aku lagi nebang bambu, dan ada anak tadi mandi disungai katanya ada bau busuk, jadi aku kesana ternyata ada mayat sekitar pukul 16.30 WIB," ucap Zairin.
Zairin menerangkan kondisi mayat saat ditemukan terbaring menghadap ke atas, dengan tangan dan kaki terlentang.
"Iya kondisinya terbaring seperti itu lah, terkangkang," ujar Zairin.
Langsung Melapor ke Kepala Dusun
Setelah melihat mayat tersebut, ia langsung mendatangi kepala dusun dan warga setempat.
"Iya melihat mayat itu langsung aku lapor dengan kadus dan warga setempat," jelas Zairin.
Atas penemuan tersebut, jenazah langsung dibawa ke RSUD Kepahiang untuk diidentifikasi lebih lanjut.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini