TRIBUN-MEDAN.COM – Semenjak jendela bolong, Wabup Deli Serdang Lom Lom Suwondo tak nyaman tinggal di rumah dinas yang berada di komplek perkantoran Bupati Deli Serdang.
Adapun Lom Lom Suwondo Wabup Deli Serdang mengaku tak nyaman dan masih belum bisa menghilangkan rasa trauma semenjak adanya dugaan teror.
Dimana sebelumnya kaca jendela kamar rumahnya bolong yang diduga karena tembakan dari orang tak dikenal.
Semenjak kejadian yang masih misteri itu, Lom Lom mengaku dirinya baru bisa tidur jam 4 pagi setiap harinya.
Terlebih hingga kini, polisi belum memberikan hasil penyelidikan dan mengungkap apakah kaca jendela yang bolong karena tembakan atau hal lain.
"Belum ada hasil Labfor (Laboratorium Forensik) dari polisi. Ya sekarang masih trauma lah kita bang. Satu keluarga takut, kalau bisa pindah dari rumah dinas," ujar Lom-Lom ketika diwawancarai Tribun Medan, Selasa (7/7/2026).
Lom Lom menganggap kualitas keamanan di rumah dinasnya tidak ada.
Meski dalam satu hari ada 3 orang personil Satpol PP yang bertugas namun dirasa belum puas.
Ia pun belum tau sampai kapan hasil dari Labfor Polda Sumut akan keluar. Setelah kejadian tim Labfor sudah turun ke rumah dinasnya.
Baca juga: Pelatih Ungkap Alasan Rekrut Irfan Jauhari ke PSMS Medan, Pernah Jadi Anak Didiknya di Bali United
"Berapa lama (akan keluar hasil Labfor) nggak tahu saya. Sekarang tidurnya saya jam 4 saja tiap hari. Kalau kerugian in materil kita nggak ternilai," kata Lom Lom.
Walaupun banyak pihak yang meragukan kaca jendelanya yang berlubang itu bukan karena tembakan namun Lom Lom sampai saat ini masih berkeyakinan berbeda.
Ia masih yakin itu berasal dari tembakan yang melakukan penembakan dari bagian samping rumahnya yang bertembok tinggi.
Diyakini pelakunya adalah orang suruhan.
"Itulah jangkauan yang bisa dijangkau sama yang nembak dari pagar samping (sehingga kaca yang berlubang kena bagian paling atas jendela).
(Nggak melakukan penembakan dari depan) karena bukan kamar aku. Orang dalam (mengenal dekat) makanya itu tau kamar kita (dibagian belakang samping)," sebut Lom Lom.
Ia bilang selagi hasil Labfor belum keluar dirinya dan keluarga belum bisa tenang. Ia berharap hasil penyelidikan dari kepolisian bisa mengungkap semua yang terjadi.
"(Pelakunya) pemain kecil ini, pemain nggak profesional dan orang suruhan," sebut Lom Lom.
Dari catatan Tribun Medan, Tim Labfor Polda Sumut sudah turun melakukan olah TKP lanjutan ke rumah dinas wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo di komplek perkantoran Bupati Deli Serdang, Rabu (17/6/2026).
Saat itu mereka datang dengan didampingi Tim Inafis Satreskrim Polresta Deli Serdang.
Baca juga: ALASAN Hakim PN Jaksel Kabulkan Sebagian Praperadilan Roy Suryo: Nyatakan Penangkapan Tidak Sah
Rumah Dinasnya Diteror OTK
Hal ini bermula saat rumah dinasnya yang berada di Kompleks Perkantoran Bupati Deliserdang diduga terkena peluru.
Kaca jendela kamarnya bolong diduga terkena proyektil peluru.
Detik-detik Wabup Lom Lom Suwondo menyadari dugaan teror itupun saat ia pulang kunjungan kerja.
Lom Lom mengaku mengetahui kejadian ini Minggu (14/6/2026) malam sekira pukul 22:00 WIB.
Saat itu dirinya baru saja pulang dari kunjungan kerja di Kecamatan STM Hulu.
Begitu masuk kamar dirinya melihat ada pecahan kaca.
"Praduga ditembak dari luar.
Saya ketahui kurang lebih jam 10 malam, masuk ke kamar saya mendapati pecahan kaca di lantai tidak jauh dari jendela dan ada dua pecahan kaca yang besar, saya taruh disudut," ujar Lom Lom
Ia juga mengatakan saat itu juga dirinya sempat mencari-cari proyektil.
Namun sejauh ini belum ada ia temukan.
Dijelaskan lokasinya itu persis bersebelahan dengan tempat tidurnya.
Baca juga: Plt Bupati Langkat Tiorita Minta Perangkat Daerah Tak Layani Pihak yang Jual Nama dan Keluarganya
"Kebetulan jendela itu bersebelahan dengan tempat tidur saya.
Begitu kejadian saya memberi tahu istri yang sedang melaksanakan ibadah haji dan Kepala Bagian rumah tangga rumah dinas," kata Lom Lom.
Lom Lom yakin tidak mungkin ada dugaan peluru nyasar dikarenakan posisi rumah dinas itu dikelilingi tembok yang tingginya 2,5 meter.
"Kalau menurut saya ini peluru nyasar tidak mungkin karena tembok melingkari rumah dinas cukup tinggi kurang lebih dua meter setengah.
Kumungkinan besar ada motifnya intimidasi, mengganggu pejabat negara," bilangnya.
Lom Lom pun berharap kepada pihak Polresta Deliserdang untuk dapat mengungkap kejadian ini.
Ia bilang semua keterangan sudah ia sampaikan kepada polisi.
"Harapannya saya ini perlu kita dalami dan kita cari agar perlakuan intimidasi ini jangan berlarut-larut," harapnya.
Pantauan Tribun Medan rumah dinas Wakil Bupati ini dikelilingi pagar keliling. Kemudian rumah dinas ini juga 24 jam dijaga oleh personil Satpol PP.
Kamar yang terkena dugaan peluru ini adalah kamar utama yang posisinya dibagian samping. Bagian samping rumah dinas Lom Lom ini berhadapan dengan Pengadilan Agama Lubuk Pakam.
Sejauh ini juga belum ada laporan dari personil Satpol PP Deli Serdang yang mendengar adanya dugaan penembakan. Sampai sejauh ini polisi belum bisa menyimpulkan apa yang terjadi.
Sementara itu, kasus ini sudah dilaporkan Lom Lom kepada pihak kepolisian. Polisi masih melakukan penyelidikan atas kasus ini. Informasi yang dihimpun tim Inafis Polresta Deli Serdang pun sudah turun ke lokasi melakukan olah TKP, Senin (15/6/2026) malam.
Pihak kepolisian belum dapat menyebabkan apakah kaca jendela kamar rumah dinas Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo yang pecah karena terkena peluru senjata api atau tidak.
Pihak kepolisian mengaku masih melakukan penyelidikan. Tim Inafis Polresta Deli Serdang sendiri sudah turun ke lokasi setelah adanya laporan informasi dari Lom Lom, Senin (15/6/2026) malam.
Di lokasi tidak banyak ditemukan banyak bukti dan petunjuk.
"Kita belum bisa menyimpulkan apakah karena penembakan atau apa. Kalau tim Inafis sudah turun dan nanti akan turun juga tim Labfor Polda, " ujar Kanit I Satreskrim Polresta Deli Serdang, Iptu Bines, Selasa (16/6/2026).
Saat dirinya turun ke lokasi kejadian, Bines bilang meski kaca jendela pecah namun tirai sama sekali tidak ikut tembus atau bolong.
Serpihan kaca yang sebelumnya di temukan sebelumnya juga sudah dibuang oleh Asisten Rumah Tangga.
Di lokasi sudah dicari-cari barang bukti lain namun belum berhasil ditemukan.
"Kita nggak bisa menjelaskan itu (apakah karena peluru senjata atau karena batu dan hal lain). Yang dibagian dalam sudah hilang (serpihan kaca). Kita sudah koordinasi sama tim Labfor dan nanti akan datang juga," kata Bines.
(dra/tribun-medan.com).