Belgia Sindir AS dan Rayakan Kemenangan Piala Dunia FIFA 2026 dengan Tarian Viral Donald Trump
Aurora Nightingale July 07, 2026 04:59 PM

Belgia mengirim pesan kuat baik di dalam maupun di luar lapangan setelah menyingkirkan Amerika Serikat dari Piala Dunia FIFA dengan kemenangan meyakinkan 4-1 di babak 16 besar. Romelu Lukaku dan rekan-rekannya memastikan tempat di perempat final melalui penampilan impresif yang membuat tuan rumah tak mampu berbuat banyak.

Perayaan setelah peluit akhir mencuri perhatian hampir sebesar hasil pertandingan itu sendiri. Para pemain Belgia tampak menyindir kontroversi seputar kelayakan Folarin Balogun dengan melakukan tarian viral yang terinspirasi dari Donald Trump. Akun media sosial resmi tim nasional Belgia juga membagikan unggahan yang dianggap banyak penggemar sebagai sindiran lain terhadap Amerika Serikat.

Belgia kirim pesan tegas setelah kemenangan besar atas AS

Belgia tampil dominan sejak awal pertandingan dan memastikan kontroversi pra-pertandingan tidak berpengaruh terhadap hasil akhir. Tim asuhan Domenico Tedesco itu menampilkan salah satu performa terbaik mereka di turnamen ini untuk menaklukkan Amerika Serikat dan memastikan pertemuan dengan Spanyol di babak perempat final.

Perbincangan terbesar usai laga terjadi saat perayaan kemenangan. Romelu Lukaku mencetak gol keempat Belgia pada masa tambahan waktu untuk menegaskan kemenangan 4-1. Saat para pemain berkumpul merayakan gol tersebut, beberapa di antaranya melakukan tarian Donald Trump yang kini terkenal di depan kamera. Aksi itu dengan cepat menyebar di media sosial, dengan banyak penggemar mengaitkannya dengan kontroversi terbaru yang melibatkan Amerika Serikat.

Akun resmi X tim nasional Belgia semakin memanaskan suasana setelah pertandingan. Mereka membagikan foto para pemain yang sedang merayakan kemenangan bersama dan menulis pesan singkat yang menyarankan untuk “membatalkan keputusan ini” dengan kata-kata berbeda. Unggahan tersebut dianggap sebagai respons sarkastik terhadap keputusan FIFA terkait Folarin Balogun.

Balogun awalnya diperkirakan absen di babak 16 besar setelah menerima kartu merah pada laga sebelumnya. Namun, FIFA kemudian menangguhkan larangan satu pertandingan otomatisnya, sehingga ia tetap bisa dimainkan melawan Belgia. Keputusan ini memicu perdebatan sengit sebelum kick-off.

Laporan menyebutkan bahwa Presiden AS Donald Trump sempat berbicara dengan Presiden FIFA Gianni Infantino mengenai situasi tersebut. Trump kemudian mengatakan bahwa meskipun ia membahas masalah itu, ia tidak menekan FIFA untuk mengubah keputusannya. Belgia tidak puas dengan keputusan yang membuat Balogun bisa bermain dan sempat mengajukan protes sebelum pertandingan, namun banding tersebut ditolak oleh FIFA.

Terlepas dari semua sorotan terhadap Balogun, penyerang tersebut gagal memberikan pengaruh berarti. Lini belakang Belgia mampu meredamnya sepanjang pertandingan, membatasi peluangnya di depan gawang.

Di atas lapangan, Belgia jelas tampil lebih baik. Charles De Ketelaere mencetak dua gol untuk membawa timnya unggul. Hans Vanaken kemudian memanfaatkan kesalahan fatal kiper Amerika untuk menambah keunggulan. Tendangan bebas Malik Tillman yang membentur pemain sempat memberi harapan bagi tuan rumah, namun gol telat Lukaku menutup peluang kebangkitan mereka.

Penampilan Belgia tersebut menunjukkan mengapa mereka masih dianggap sebagai salah satu favorit untuk menantang gelar juara Piala Dunia. Dengan Spanyol menanti di perempat final, Belgia kini berupaya mempertahankan momentum mereka menghadapi ujian besar berikutnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.