TRIBUNNEWS.COM - Lionel Scaloni mengatakan "sepakat" jika Argentina menghadapi Spanyol pada partai final Piala Dunia 2026. Meski demikian, pelatih timnas Argentina tak menampik bahwa berbagai plot twist bisa terjadi hingga laga puncak World Cup edisi ke-23 ini.
Lionel Scaloni bersama timnas Argentina terdekat akan meladeni timnas Mesir pada perebutan tiket lolos 8 Besar Piala Dunia 2026 di Stadion Stadion Mercedes-Benz, Atalanta, Amerika Serikat, Selasa (7/7) malam WIB.
Jika mampu melewati hadangan Mesir, sang juara bertahan Piala Dunia akan melaju ke perempat final untuk menghadapi pemenang duel Swiss kontra Kolombia dan melengkapi bagan delapan besar.
Melihat performa Argentina, khususnya Lionel Messi yang terus on fire, wajar armada tempur Scaloni membidik laga tertinggi Piala Dunia 2026.
"Argentina juga menjadi salah satu favorit juara karena proses transisi skuad yang berjalan mulus serta adanya faktor X dari Lionel Messi," kata Gigih dalam podcast Super Taktik di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Argentina tampil ganas sejak fase grup dengan menyapu bersih seluruh pertandingan.
Tren positif itu berlanjut lewat kemenangan dramatis 3-2 atas debutan Tanjung Verde di babak 32 besar, dalam laga sengit yang harus diselesaikan hingga 120 menit.
Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, yang membawa Albiceleste susah payah menyingkirkan Tanjung Verde demi tiket 16 besar, menyadari betapa ketatnya persaingan di Piala Dunia kali ini.
Menurut Scaloni, turnamen edisi ini membuktikan bahwa tim-tim unggulan pun tidak mudah mengatasi lawan yang secara peringkat berada di bawah mereka.
"Menurut saya, Piala Dunia ini terbukti sulit bagi semua orang. Tidak ada satu pun tim yang benar-benar mendominasi. Prancis tampak kuat dan mereka memang masih kuat, tetapi mereka sempat kesulitan saat melawan Paraguay," ujar Scaloni dikutip dari laman ESPN.
"Spanyol pun kesulitan hingga akhir laga. Tidak ada tim yang mampu mempertahankan performa yang mereka tunjukkan sebelum Piala Dunia. Lawan bermain dengan baik, dan kondisinya berbeda dari apa yang biasa kita lihat. Para pemain, yang telah melakoni banyak pertandingan, mulai merasakan dampaknya," lanjutnya.
Argentina datang ke Piala Dunia 2026 dengan target mempertahankan trofi yang mereka raih empat tahun lalu di Qatar.
Jika sukses menaklukkan Mesir, Albiceleste bakal berjumpa pemenang Swiss vs Kolombia di perempat final. Setelah itu, mereka berpotensi menghadapi Norwegia atau Inggris pada babak semifinal.
Baca juga: Bagan Perempat Final Piala Dunia 2026 Makin Lengkap: Spanyol Tantang Belgia, Argentina OTW Menyusul
Bila perjalanan tersebut terus berjalan mulus, Argentina berpeluang kembali tampil di partai puncak dengan kemungkinan menghadapi kekuatan besar seperti Prancis, Spanyol, Belgia, atau Maroko.
Terlepas dari beratnya persaingan dan lawan-lawan yang menanti, Scaloni menegaskan Argentina tetap pantas ditempatkan sebagai salah satu favorit juara.
"Tim ini selalu menjadi kandidat juara dan selalu bermain dengan baik, bahkan saat keadaan tidak berjalan sesuai rencana atau ketika lawan memberikan perlawanan sengit," kata Scaloni.
"Level permainan kami cukup baik. Kami memenangkan keempat pertandingan, dan itu adalah hal yang patut disyukuri. Tentu saja, seperti biasa, ada hal-hal yang perlu diperbaiki," tambahnya.
Scaloni juga memastikan Lionel Messi berada dalam kondisi terbaik untuk menjalani laga ke-30 sepanjang kariernya di ajang Piala Dunia.
"Leo dalam kondisi baik. Dia tidak mengeluhkan masalah apa pun, meskipun bermain selama 120 menit pada pertandingan sebelumnya di usia 39 tahun," ujar Scaloni.
Meneruskan soal tim-tim favorit juara Piala Dunia 2026, Scaloni menekankan bahwa tim yang dilabeli contender kampiun, tidak serta-merta harus memperlihatkan performa sesuai sematan yang didapat.
"Tidak semua pertandingan mereka konsisten untuk menunjukkan status sebagai favorit. Piala Dunia ini rumit, perjalanan jauh, panas, lapangan di mana kadang bola tidak menggelinding dengan baik. Ada banyak faktor yang menyulitkan untuk melihat status favorit itu," tegas Scaloni menjelaskan.
Mantan pemain timnas Argentina ini juga menyinggung soal timnas Prancis yang kesulitan untuk mengalahkan Paraguay di 16 Besar.
"Beberapa hari lalu Prancis kesulitan melawan Paraguay, di luar apa adanya Paraguay. Ini bukan Piala Dunia biasa dari segi itu dan belum ada tim yang menunjukkan perbedaan besar," tegas pelatih berusia 48 tahun.
Di akhir pernyataannya, Scaloni akan sangat setuju jika timnas Argentina bertemu Spanyol di laga final.
"Jika harus final (melawan Spanyol) saya langsung setuju. Mereka punya jalan panjang yang harus dilalui," ujar Scaloni mengakhiri.
(Tribunnews.com/Giri)