Granat Nanas Aktif di Karst Tubing Bantul Yogyakarta, Diduga Peninggalan Perang, Gegana Musnahkan
ninda iswara July 07, 2026 04:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Temuan granat nanas di kawasan objek wisata Karst Tubing, Padukuhan Surobayan, Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta menghebohkan warga.

Granat nanas tersebut diketahui masih aktif.

Dua pekerja penggalian di objek wisata Karst Tubing menemukan granat tersebut pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.

Pengelola objek wisata langsung melaporkan temuan ini ke Polsek Sedayu.

"Setelah menemukan benda mencurigakan tersebut, para pekerja tidak berani memindahkannya. Pengelola objek wisata kemudian segera melaporkan kejadian itu ke Polsek Sedayu agar dilakukan penanganan sesuai prosedur," Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, dikutip dari TribunJogja, Selasa (7/7/2026).

Polsek Sedayu yang menerima laporan tersebut langsung mendatangi lokasi.

Mereka juga berkoordinasi dengan Tim Gegana Satbrimob Polda DIY untuk melakukan penanganan.

Granat yang ditemukan berada di dalam tanah dengan kondisi tertanam.

"Granat ditemukan dalam kondisi tertanam di dalam tanah dengan kedalaman kurang lebih 10 sentimeter," jelas Rita.

Baca juga: Kebakaran di Rama Billiard di Yogyakarta, Ruangan Hangus, Diduga Korsleting Listrik, Tak Ada Korban

Ilustrasi granat nanas
Ilustrasi granat nanas (Freepik)

Granat Diduga Peninggalan Zaman Perang

Tim Gegana Polda DIY melakukan pemeriksaan awal terhadap sebuah benda yang ditemukan di lokasi kejadian dan memastikan bahwa benda tersebut merupakan granat tangan jenis nanas yang masih dalam kondisi aktif.

Granat tersebut diduga kuat merupakan peninggalan masa perang yang telah lama tertimbun di area tersebut hingga akhirnya ditemukan oleh warga.

Untuk mencegah risiko yang tidak diinginkan, petugas langsung mengamankan lokasi penemuan dan melakukan langkah pengamanan sesuai prosedur.

Bersama personel Polsek Sedayu, Tim Gegana kemudian melakukan sterilisasi kawasan guna memastikan area sekitar terbebas dari potensi bahaya lainnya.

Proses pengamanan dilakukan secara bertahap sebelum granat tersebut masuk ke tahap pemusnahan atau disposal oleh tim khusus.

Rita menjelaskan bahwa langkah sterilisasi menjadi bagian penting untuk memastikan keselamatan seluruh pihak yang berada di sekitar lokasi.

"Area penemuan lebih dahulu disterilkan untuk memastikan tidak ada potensi bahaya lain. Setelah dinyatakan aman, Tim Gegana menyiapkan lokasi khusus untuk melakukan peledakan terhadap granat tersebut," tutur Rita.

Setelah area dipastikan aman, Tim Gegana menyiapkan tempat khusus yang digunakan untuk proses peledakan granat aktif tersebut.

Temuan granat lama ini menjadi pengingat bahwa sejumlah benda berbahaya peninggalan masa lalu masih dapat ditemukan di berbagai wilayah.

Petugas mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan benda mencurigakan yang diduga merupakan sisa bahan peledak.

Baca juga: Dugaan Penipuan Berkedok KDMP di Gunungkidul Yogyakarta, Pelaku ke Kelurahan, Peras Puluhan Juta

GRANAT NANAS AKTIF - Potret granat nanas aktif yang ditemukan di wisata Karst Tubing, Padukuhan Surobayan, Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Sedayu, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Senin (6/7/2026) pagi. (Dokumentasi/Polres Bantul)

Tim Gegana Polda DIY Musnahkan Granat

Demi memastikan keamanan warga sekitar serta mencegah potensi bahaya, Tim Gegana Polda DIY akhirnya mengambil langkah pemusnahan atau disposal terhadap granat yang ditemukan.

Proses disposal tersebut dilakukan pada siang hari dengan pengamanan ketat dari petugas.

Peledakan pertama berlangsung sekitar pukul 12.50 WIB, namun hasilnya belum membuat granat hancur secara menyeluruh.

"Pada peledakan pertama, yang hancur baru bagian cangkangnya sehingga Tim Gegana memutuskan melakukan disposal ulang agar seluruh bagian granat benar-benar dinyatakan aman," ujar Rita.

Karena masih terdapat bagian granat yang belum sepenuhnya musnah, Tim Gegana Polda DIY kemudian melakukan peledakan kedua sekitar pukul 13.05 WIB.

Pada tahap kedua ini, proses disposal berhasil dilakukan dengan sempurna.

Granat berhasil dihancurkan seluruhnya dan dipastikan tidak lagi memiliki potensi membahayakan masyarakat maupun lingkungan sekitar.

"Setelah dilakukan peledakan kedua, granat berhasil dihancurkan dan dinyatakan sudah tidak membahayakan lagi. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan situasi di lokasi tetap kondusif," ujar Rita.

Usai proses pemusnahan, Rita turut mengingatkan masyarakat untuk tidak mengambil tindakan sendiri apabila menemukan benda yang diduga berbahaya, terutama yang berkaitan dengan bahan peledak.

"Apabila menemukan benda yang diduga merupakan bahan peledak atau benda mencurigakan lainnya, segera laporkan kepada kepolisian agar dapat ditangani oleh personel yang memiliki kompetensi dan peralatan khusus," tandas Rita.

(TribunTrends/Ninda)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.