TRIBUN-BALI.COM, KARANGASEM - Pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, dua SD negeri di Karangasem dilaporkan belum memperoleh satu pun calon siswa baru, bahkan salah satunya mengalami kondisi tersebut selama dua tahun berturut-turut.
Dua sekolah yang dimaksud yakni SD Negeri 6 Bhuana Giri dan SD Negeri 3 Wismakerta.
Hingga memasuki tahapan akhir SPMB, keduanya masih belum menerima pendaftar.
Kepala sekolah SD Negeri 6 Bhuna Giri I Made Suartika mengungkapkan, sekolah yang dipimpinnya kembali tidak memperoleh siswa baru pada tahun ini setelah mengalami hal serupa pada tahun ajaran sebelumnya.
"Tahun lalu juga tidak dapat siswa, tahun ini kemungkinan juga tidak dapat," ungkap Suartika, Selasa (7/7/2026).
Baca juga: Dewan Denpasar Harap Penentuan SPMB SMP Jalur Domisili Tahun Depan Ada Kombinasi Jarak dan Nilai
Ia menjelaskan pihak sekolah telah berkoordinasi dengan kepala wilayah setempat dan hasilnya memang tidak ada anak usia sekolah yang siap masuk SD pada tahun ini.
Selain itu, keberadaan dua sekolah lain yang lokasinya berdekatan membuat sebagian besar orang tua lebih memilih sekolah yang dinilai lebih mudah dijangkau.
Akibat dua tahun berturut-turut tanpa peserta didik baru, jumlah siswa di SD Negeri 6 Bhuana Giri kini hanya tersisa empat orang.
Seluruhnya berasal dari kelas III sebanyak dua siswa dan kelas VI sebanyak dua siswa. Sementara kelas I, II, IV, dan V tidak memiliki siswa sama sekali.
"Semoga tahun depan dapat siswa lagi," harap Suartika.
Baca juga: Hanya Satu Laporan Terkait SPMB SMA/SMK 2026 di Bali yang Masuk Tahap Pemeriksaan Ombudsman
Sementara itu, Kepala SD Negeri 3 Wismakerta I Wayan Agustina mengatakan, sekolahnya juga belum memperoleh siswa baru pada SPMB tahun ini.
Namun, berbeda dengan SD Negeri 6 Bhuana Giri, kondisi tersebut baru pertama kali terjadi.
"Ini baru pertama kali tidak dapat siswa, tahun-tahun sebelumnya selalu dapat siswa," katanya.
Saat ini SD Negeri 3 Wismakerta masih memiliki 33 siswa yang tersebar dari kelas II hingga kelas VI. Agustina menilai tidak adanya pendaftar dipengaruhi keberadaan sekolah lain yang letaknya berdekatan dan dianggap lebih strategis oleh masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bidang SD Disdikpora Karangasem, I Made Adriana Putra mengatakan, data final penerimaan siswa baru akan diketahui setelah seluruh tahapan penerimaan siswa selesai.
Baca juga: Polemik SPMB 2026, SD Berprestasi di Klungkung, Bali Justru Baru Dapat 2 Siswa
"Data pastinya nanti setelah tanggal 11 Juli, setelah selesai proses pendaftaran ulang," kata Adriana.
Menurutnya, minimnya siswa baru dipengaruhi oleh letak sekolah yang berdekatan dengan sekolah lain yang dinilai lebih strategis.
Selain itu, jumlah anak usia sekolah di wilayah tersebut juga semakin sedikit, bahkan pada tahun ini ada daerah yang tidak memiliki calon siswa usia masuk SD.
"Kami akan melakukan pemetaan terlebih dahulu. Setelah itu baru dibahas langkah yang akan diambil ke depannya," ujarnya. (*)