Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin
TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA – Pemerintah mempercepat penguatan konektivitas menuju bandara dan destinasi wisata sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing pariwisata nasional.
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, salah satu terobosan yang tengah disiapkan adalah pengembangan layanan water taxi di Bali guna mengurai kemacetan dan mempercepat mobilitas wisatawan.
“Di Bali kita akan mengembangkan water taxi. Ini diharapkan bisa mengurangi waktu tempuh dan menjadi alternatif untuk mengatasi kemacetan,”
“Jadi begitu wisatawan landing, mereka bisa langsung menuju kawasan wisata dengan lebih cepat,” kata Menko AHY pada Rapat Koordinasi Tingkat Menteri terkait Penguatan Tata Kelola Ekosistem Kebandarudaraan, beberapa waktu lalu di Jakarta.
Baca juga: Keselamatan Kerja Jadi Aturan Mutlak, Pemkab Jembrana Tegaskan Proyek Infrastruktur Patuhi Standar
Baca juga: 6 Bulan Lalu Sempat Kebakaran, Kini Toko Sembako di Desa Panji Buleleng Kembali Terbakar
Selain transportasi laut, pemerintah juga akan memperkuat integrasi moda transportasi darat dan kereta api menuju kawasan bandara sehingga perjalanan penumpang menjadi lebih nyaman dan efisien.
Dalam keterangan resmi yang diterima pada Selasa 7 Juli 2026, Menko AHY menegaskan bahwa konektivitas merupakan faktor penting dalam meningkatkan pengalaman wisatawan selama berada di Indonesia.
Oleh karena itu, pemerintah juga fokus membenahi berbagai kendala yang selama ini menjadi sorotan, seperti kemacetan, banjir, dan persoalan kebersihan lingkungan di sekitar akses menuju bandara.
“Kita ingin memastikan wisatawan mendapatkan pengalaman yang baik sejak pertama kali tiba di Indonesia. Konektivitas yang lancar akan memberikan kesan positif yang kuat,” ujar Menko AHY.
Pemerintah berharap langkah tersebut dapat mendukung pengembangan destinasi prioritas nasional seperti Bali, Danau Toba, Borobudur, Lombok, dan Labuan Bajo.(*)