Dirut PSIM Yogyakarta Titip Harapan untuk Kepengurusan Baru Brajamusti
Yoseph Hary W July 07, 2026 05:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Direktur Utama PSIM Yogyakarta, Yuliana Tasno, menyampaikan harapan besar kepada kepengurusan baru Brajamusti setelah RM Satrio Wijayanto atau yang akrab disapa Dodok terpilih sebagai presiden untuk masa bakti 2026–2029.

Menurut Yuliana, sosok pemimpin Brajamusti harus mampu menjadi pengayom bagi seluruh anggota sekaligus membuka ruang bagi para suporter untuk menyampaikan ide dan aspirasi demi kemajuan PSIM.

“Yang terpilih untuk memegang amanah komunitas besar Brajamusti itu harus bisa menjadi sosok pemimpin yang mengayomi anak-anak Brajamusti semua. Mengayomi dalam artian mau mendengarkan inspirasi dan ide-ide yang ingin mereka tuangkan untuk mendukung tim kebanggaannya, yaitu PSIM,” ujar Liana, Selasa (7/7/2026).

Edukasi untuk penerus Brajamusti

Selain menjadi pengayom, Liana menilai presiden Brajamusti juga memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan edukasi kepada generasi baru suporter.

Menurutnya, semangat tinggi yang dimiliki anak-anak muda perlu diarahkan melalui pembinaan yang baik.

Ia menjelaskan, proses edukasi tidak harus dilakukan langsung kepada seluruh anggota, melainkan melalui para koordinator atau kepala laskar di masing-masing wilayah.

“Harus ada program-program yang bisa mengumpulkan laskar-laskar untuk terus berkoordinasi dan saling memberikan edukasi. Edukasinya adalah tetap membela Laskar Mataram dalam kondisi apa pun,” katanya.

Dukung PSIM dalam kondisi apapun

Liana menegaskan dukungan kepada PSIM tidak boleh hanya hadir saat tim meraih kemenangan. Ketika tim mengalami masa sulit, suporter justru diharapkan mampu menunjukkan sikap positif yang dapat memberikan energi kepada pemain dan klub.

“Semua tentu maunya menang. Tapi kalau sedang dalam kondisi yang tidak baik, perilaku positif apa yang bisa dilakukan untuk tetap mendukung PSIM Jogja, itu yang penting,” ucapnya.

Tak hanya itu, Liana berharap kepemimpinan baru Brajamusti memiliki visi untuk membawa organisasi suporter tersebut semakin berkembang.

Baginya, visi menjadi fondasi penting agar Brajamusti terus tumbuh sebagai komunitas suporter yang solid dan menjadi contoh di tingkat nasional.

“Seorang pemimpin harus menciptakan visi. Kalau saya, maunya Brajamusti selalu menjadi wadah komunitas yang bisa menjadi suporter sepak bola terbaik di tingkat nasional,” tuturnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.