Misteri keberadaan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei kembali menjadi sorotan.
Setelah lama tak muncul di hadapan publik, kondisi Mojtaba mulai terungkap usai dirinya juga tidak menghadiri pemakaman sang ayah, Ali Khamenei.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio mengklaim Mojtaba masih hidup dan tetap memimpin Iran.
Pernyataan itu disampaikan Rubio saat memberikan kesaksian di hadapan Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS.
Menurut Rubio, Mojtaba selamat dari serangan gabungan AS dan Israel yang menewaskan Ali Khamenei.
Namun sejak diangkat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran pada awal Maret 2026, Mojtaba belum pernah terlihat di ruang publik.
Ketidakhadirannya dalam prosesi pemakaman Ali Khamenei pun memicu berbagai spekulasi.
Banyak pihak mempertanyakan kondisi kesehatan hingga lokasi keberadaan pemimpin baru Iran tersebut.
Meski demikian, Rubio menilai Mojtaba masih memegang kendali pemerintahan Iran.
Ia disebut tetap mengambil keputusan penting melalui pesan tertulis dan perantara yang dipercaya.
Rubio juga menyebut proses pengambilan keputusan di Iran masih sangat terpusat.
Setiap hasil perundingan disebut harus mendapat persetujuan lebih dahulu sebelum menjadi keputusan resmi.
Karena itu, respons Iran dalam berbagai negosiasi dinilai membutuhkan waktu beberapa hari.
Di sisi lain, sejumlah laporan menyebut Mojtaba kini berada di lokasi yang dirahasiakan dengan pengamanan sangat ketat.
Langkah tersebut disebut dilakukan demi menghindari ancaman serangan setelah konflik dengan AS dan Israel.
Laporan Reuters juga menyebut Mojtaba sempat mengalami luka parah akibat serangan udara yang menewaskan ayahnya.
Sementara Duta Besar Iran untuk Siprus mengatakan Mojtaba mengalami cedera di tangan dan kaki, namun berhasil selamat.
Hingga kini, Mojtaba masih belum pernah muncul di hadapan publik.
Meski begitu, berbagai laporan menyebut ia tetap menjalankan perannya sebagai Pemimpin Tertinggi Iran dari lokasi yang dirahasiakan.