SURYA.CO.ID, GRESIK – Kondisi memprihatinkan melanda sejumlah Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kabupaten Gresik pada Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026.
Banyak sekolah pelat merah itu yang justru kekurangan siswa.
Fenomena itu memicu reaksi keras dari kalangan legislatif.
Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik langsung menggelar hearing bersama Dinas Pendidikan (Dispendik) dan para kepala SMPN se-Kabupaten Gresik untuk mengevaluasi masalah itu.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik, Muchamad Zaifudin mengungkapkan bahwa kekurangan siswa di SMPN itu tersebar di beberapa wilayah.
Mulai dari Pulau Bawean, Kecamatan Panceng, Duduksampeyan, Sidayu, hingga Balongpanggang.
“Masih ada beberapa sekolah yang kuotanya belum terpenuhi. Di Bawean ada dua sekolah, kemudian Panceng, Duduk, Sidayu ada tiga sekolah, dan Balongpanggang juga ada tiga sekolah,” ujar Udin, sapaan akrab politisi Fraksi Gerindra itu.
Baca juga: Piala Dunia 2026 Hadirkan Kebersamaan Warga Dan Manajemen PT Bungah Industrial Park Gresik
Udin menegaskan bahwa solusi atas masalah itu tetap tidak boleh menabrak regulasi baku.
Sekolah dilarang keras merekrut siswa di luar ketentuan demi mengejar target.
“Yang terpenting tidak melebihi kuota karena memang aturannya seperti itu,” tegasnya.
Dampak dari sepinya pendaftar itu dinilai sangat fatal bagi keberlangsungan sekolah.
Minimnya jumlah siswa otomatis memangkas pasokan anggaran operasional dari pemerintah pusat.
“Kalau kuotanya tidak terpenuhi, otomatis dana BOS juga berkurang,” ucap Udin.
Baca juga: Skandal Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi Gresik, Tiga Pengasuh Dituntut 2 Tahun Penjara
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik, Muchamad Zaifudin pun mengibaratkan kondisi sekolah negeri saat ini seperti tempat usaha yang sepi dari pembeli akibat kalah bersaing dengan sekolah swasta.
Sekolah negeri dituntut segera berbenah total agar tidak ditinggalkan masyarakat.
“Ini harus menjadi evaluasi. Ibarat jualan, kalau dagangannya tidak laku berarti harus ada yang diperbaiki. Sekolah harus meningkatkan kualitas, termasuk kegiatan ekstrakurikuler dan berbagai program unggulan agar masyarakat kembali tertarik menyekolahkan anaknya di SMP Negeri yang ada di Kabupaten Gresik,” pungkasnya.