BPBD Tarakan Gerak Cepat Tangani Pohon Tumbang di Perbukitan, Yonsep: Resiko Terguling 
Junisah July 07, 2026 06:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Usai terima laporan pohon tumbang menimpa rumah warga, tim BPBD Tarakan gerak cepat  menuju lokasi di RT 3 Kelurahan Karang Balik Tarakan, Kalimantan Utara, Selasa (7/7/2026).

Total ada tujuh orang petugas dikerahkan menangani lokasi TKP. Saat tiba di lokasi, pohon tumbang jenis mangga cukup besar dan panjang lebih dari 10 meter menghantam atap rumah kosong di RT 3. Petugas tampak disibukkan menyinsau batang pohon tumbang yang memotong akses warga di sana.

Dikatakan Kepala BPBD Tarakan,  Yonsep, posisi tumbangnya pohon mangga perlu penanganan yang serius karena bisa berisiko terguling. Apalagi wilayah lokasi TKP ada di perbukitan. 

"Ada satu laporan pohon tumbang hari ini. Sisanya laporan longsor dan banjir," beber Yonsep.

Baca juga: Pohon Mangga Besar Tumbang, Timpa Satu Rumah hingga Hancur di Kelurahan Karang Balik Tarakan

Total pohon tumbang yang dilaporkan ke BPBD Tarakan sebanyak dua kejadian selama Juli 2026. Sebarannya berada di beberapa kelurahan. Kemudian pada bulan sebelumnya kejadian pohon tumbang tercatat tiga kejadian yang dilaporkan dan ditangani BPBD Tarakan.

 Di antaranya kata Yonsep, kejadian awal bulan Juli tepatnya pada Jumat (3/7/2026), pohon tumbang mengenai tiang listrik di Kelurahan Gunung Lingkas RT 9 Gang Rahayu. Jam kejadian diperkirakan subuh.

"Laporannya pohon tumbang mengenai kabel Telkom dan penanganan selesai 
pukul 08.30 WITA," kata Yonsep.

Kemudian ia melanjutkan lagi laporan kedu terjadi hari ini, Selasa (7/7/2026). Kejadian di RT 3 Kelurahab Karang Balik. "Tim kami kerahkan tujuh orang karena kondisi pohonnya cukup besar," beber Yonsep.

Selain pohon tumbang, tadi malam juga hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Tarakan sejak Jumat (malam) hingga Sabtu dini hari mengakibatkan genangan air di sejumlah wilayah.

 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan mencatat beberapa titik banjir, meski belum ada laporan rumah warga yang terdampak.

Petugas BPBD Tarakan yang melakukan pemantauan di lapangan mendapati genangan terjadi di kawasan Karang Anyar, jalan menuju Kampung 4 wilayah Keramat, hingga Perumnas.

Baca juga: Pasca Hujan Deras dan Angin Kencang, BPBD Tarakan Laporkan Terjadi Longsor dan 2 Pohon Tumbang 

"Yang terpantau sama tim kita itu  Termasuk juga Karang Anyar, kemudian arah menuju Kampung Keramat. Perumnas juga banyak. Karang Anyar itu juga," ujarnya saat ditemui, Sabtu.

Selain itu, genangan juga dilaporkan terjadi di kawasan Kampung Satu. Namun, kondisi di lokasi tersebut dinilai tidak terlalu parah karena air hanya menggenangi badan jalan.

"Yang di Kampung Satu ada juga, tetapi dia hanya di permukaan jalan," katanya.

Berdasarkan hasil pemantauan BPBD, tinggi genangan di sejumlah lokasi rata-rata berkisar 30 hingga 40 sentimeter atau setinggi betis orang dewasa.

"Rata-ratanya mungkin ada 30 sentimeter, setinggi tumit dan betis orang dewasa," jelasnya.

Meski demikian, hingga proses pendataan dilakukan, BPBD belum menerima laporan adanya rumah warga yang terendam akibat banjir tersebut.

"Tidak ada laporan yang sifatnya melaporkan kondisi rumah," ucapnya.

Ia menjelaskan, hujan mulai turun sekitar pukul 23.00 Wita yang diawali dengan angin kencang. Intensitas hujan kemudian meningkat dan mencapai puncaknya pada dini hari.

Kepala BPBD Tarakan Yonsep 07072026
YONSEP-Kepala BPBD Kota Tarakan, Yonsep yang diwawancarai media di kantornya, Selasa (7/7/2026).

"Tadi malam intensitas hujannya cukup. Dari pukul 23.00 WITA itu sudah mulai angin, angin dan sampai jam 04.00 subuh. Tapi intensitas yang tinggi itu dari pukul 02.00 dinihari  sampai pukul 04.00 wita," tuturnya.

Sementara itu, terkait kondisi cuaca di Tarakan, ia mengatakan wilayah tersebut belum memasuki puncak musim kering. Berdasarkan prakiraan yang ada, puncak musim kering diperkirakan baru terjadi pada Agustus hingga September.

"Kalau menurut schedule yang ada, sampai bulan September. Puncaknya nanti di bulan Agustus dan September," katanya.

Ia menambahkan, karakteristik cuaca di Tarakan memang cenderung labil sehingga tidak memiliki musim kemarau  dan musim hujan yang benar-benar berlangsung penuh.

"Kondisi Tarakan itu sifatnya memang tidak ada musim kemarau," pungkasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.