Kajian PLTS dan BESS Faktultas Teknik UNS, Bahas Capaian PLN dalam Perkuat Energi Bersih
Rifatun Nadhiroh July 07, 2026 06:17 PM

TRIBUNSOLO.COM, SOLO -Komitmen PT PLN (Persero) dalam mendukung transisi energi nasional kembali mendapat apresiasi dari berbagai kalangan akademisi.

Hal tersebut ditunjukkan dengan kehadiran PLN sebagai narasumber dalam Seminar Kelas Kajian Kastrat bertajuk “Mengurai Benang Kusut Proyek PLTS dan BESS di Jawa Tengah: Regulasi, Investasi, dan Kesiapan Pasar” yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik di Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pekan lalu (29/6/2026).

Seminar tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Kepala Cabang ESDM Wilayah Solo, Agus Dwi Ibnu Wibowo, S.T., M.T., Senior Manager Perencanaan PT PLN (Persero) UID Jawa Tengah Imam Asrori, perwakilan Institute for Essential Services Reform (IESR), Rahmat Jaya Eka Syahputra; serta akademisi Fakultas Teknik UNS, Ir. Feri Adriyanto, S.Pd., M.Si., Ph.D., IPU., Asean Eng.

Pengembangan energi baru terbarukan merupakan bagian dari implementasi visi Pemerintah
Pengembangan energi baru terbarukan merupakan bagian dari implementasi visi Pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi sebagaimana menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Dalam paparannya, Senior Manager Perencanaan PLN UID Jawa Tengah Imam Asrori, menjelaskan bahwa pengembangan energi baru terbarukan merupakan bagian dari implementasi visi Pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi sebagaimana menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Baca juga: Gelar Khitan Ceria 2026, Awal Ikhtiar Pencapaian Kinerja PLN UP3 Surakarta Semester II

Sebagai tindak lanjut dari arah kebijakan tersebut, PLN telah menyusun skenario pengembangan sistem kelistrikan nasional yang tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.

Melalui dokumen tersebut, PLN merencanakan penambahan kapasitas pembangkit sebesar 69,5 GW, dengan sekitar 76 persen di antaranya berasal dari pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT) dan fasilitas penyimpanan energi.

“PLN terus memperkuat langkah transisi energi melalui pengembangan pembangkit energi baru terbarukan yang didukung penerapan smart grid dan Battery Energy Storage System (BESS). Infrastruktur ini mampu meningkatkan kapasitas integrasi pembangkit tenaga surya dan angin ke dalam sistem kelistrikan, dari yang sebelumnya sekitar 5 GW menjadi hingga 25 GW secara nasional,” jelas Imam Asrori.

Khusus di Jawa Tengah, implementasi smart grid dan BESS berdasarkan RUPTL 2025–2034 diproyeksikan mampu meningkatkan potensi pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya dan angin dari 1.318 MW menjadi 5.474 MW.

Peningkatan ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat bauran energi bersih sekaligus menjaga keandalan sistem kelistrikan.

Selain pengembangan infrastruktur, PLN juga terus memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam pemanfaatan energi bersih melalui layanan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap.

Sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2024, permohonan pemasangan PLTS Atap dilakukan melalui aplikasi PLN Mobile dan dibuka dua kali setiap tahun, yaitu pada bulan Januari dan Juli.

Baca juga: PLN Imbau Warga Jaga Jarak Aman Saat Menebang Pohon di Dekat Tiang Listrik: Harus Lebih Hati-hati

Persetujuan diberikan berdasarkan ketersediaan kuota pada sistem kelistrikan. Setelah memperoleh persetujuan dari PLN, pelanggan memiliki waktu paling lama enam bulan untuk menyelesaikan pemasangan hingga memperoleh Sertifikat Laik Operasi (SLO).

Melalui forum akademik ini, PLN menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem energi bersih yang berkelanjutan.

Diskusi lintas sektor diharapkan mampu menghasilkan masukan konstruktif guna mempercepat transisi energi, meningkatkan investasi sektor energi baru terbarukan, serta mewujudkan ketahanan energi nasional menuju Indonesia yang lebih hijau.

(*/adv)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.