Laporan wartawan wartakotalive.com, Yolanda Putri Dewanti
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Jalan amblas di Jalan Cinta, Pulogadung, Jakarta Timur, yang dikeluhkan warga dipastikan segera mendapat penanganan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan telah menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air (SDA) bersama Dinas Bina Marga untuk mempercepat perbaikan karena kerusakan tersebut berkaitan dengan pekerjaan saluran air yang sebelumnya dilakukan Dinas SDA.
Pramono menjelaskan, koordinasi antardinas telah dilakukan agar proses perbaikan bisa segera diselesaikan dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lebih lama.
“Yang di Pulogadung saya sudah memerintahkan, itu kan dulu Sumber Daya Air (SDA) yang mengerjakan. Kemudian memang amblas dan peronjongannya sudah kita minta untuk segera dilakukan,” kata Pramono di kawasan Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2026).
Ia menambahkan, penanganan jalan amblas tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas SDA, tetapi juga dilakukan bersama Dinas Bina Marga agar proses perbaikannya berjalan lebih cepat.
“Kemarin saya sudah minta kepada SDA untuk segera menyelesaikan termasuk kerja sama dengan Bina Marga,” ujarnya.
Pramono menegaskan, Pemprov DKI terus berupaya mempercepat penanganan berbagai kerusakan infrastruktur yang berpotensi menghambat mobilitas masyarakat, termasuk jalan amblas di kawasan Pulogadung.
Menurutnya, sinergi antara Dinas SDA dan Dinas Bina Marga diharapkan dapat mempercepat proses perbaikan sehingga kondisi jalan kembali aman dan nyaman digunakan oleh masyarakat.
Meski belum menyampaikan target waktu penyelesaian, Pramono memastikan persoalan tersebut telah menjadi perhatian pemerintah daerah dan sudah diberikan instruksi kepada dinas terkait agar segera ditindaklanjuti.
Warga Keluhkan Jalan Tak Kunjung Diperbaiki
Sebelumnya, warga RT 11/RW 03, Kelurahan Pulogadung, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, mengeluhkan Jalan Cinta yang amblas sejak Maret 2026 namun hingga kini belum juga diperbaiki.
Ketua RT 11/RW 03,m Warjo Prianto mengatakan, kerusakan jalan semakin parah. Ruas jalan yang berada di tepi Kali Sunter itu disebut telah amblas hingga kemiringannya mencapai sekitar 90 derajat dengan panjang sekitar 100 meter dan lebar sekitar 6 meter.
“Sekarang sudah lima bulan belum ada realisasi dari pemerintah, maupun kapan mau ditangani,” ujar Warjo, Senin (6/7/2026).
Menurut dia, warga telah berulang kali melaporkan persoalan tersebut kepada kelurahan hingga mengikuti rapat koordinasi di tingkat kecamatan, wali kota, sampai pemerintah provinsi.
Namun, hingga kini perbaikan belum juga dilakukan karena masih menunggu koordinasi lebih lanjut.
Akibat kondisi tersebut, akses Jalan Cinta kini hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dan pejalan kaki secara bergantian, sementara kendaraan roda empat dialihkan ke jalur lain.
Warga menduga amblasnya Jalan Cinta dipicu aktivitas pengerukan Kali Sunter menggunakan alat berat milik Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta yang sempat beroperasi di atas badan jalan.
“Amblasnya itu secara pelan-pelan. Ini berdampak akibat daripada pengerukan sungai dengan menggunakan alat berat, sehingga terjadi pergeseran tanah, itu semakin bergeser,” kata Warjo. (m27)