TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pagar penutup perlintasan rel Jalan Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor kini sudah selesai dibangun.
Terpantau, Selasa (7/7/2026), pagar yang didirikan ini terbuat dari pagar kawat.
Pagar ini didirikan di sisi sebelah timur jalur rel kereta api Bogor - Jakarta.
Pagar ini terpantau menutup akses yang biasa digunakan warga menyeberang, memanjang dari ujung sisi sebelah selatan ke sebelah barat beberapa ratus meter.
Alhasil, kini warga pejalan kaki sama sekali tidak bisa lagi menyeberangi perlintasan tersebut.
Sebab sebelumnya, di kawasan itu hanya dipasangi spanduk larangan menyeberang dan pagar baru sebagian yang dibangun.
Namun kini pagar tersebut menutup dari ujung sisi selatan sampai ke sisi barat.
Sebagian warga juga ada yang masih belum tahu penutupan perlintasan oleh pemerintah akibat banyaknya kecelakaan ini.
Terpantau, masih ada pengendara sepeda motor yang membonceng seseorang untuk diantar sampai perlintasan tersebu.
Karena dari sana, orang yang diantar biasanya bisa melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki menyeberangi rel.
Namun ketika mereka sampai di dekat perlintasan, mereka kebingungan karena sudah tertutup pagar.
"Mau kemana teh?," ucap warga sekitar menyapa warga yang kebingungan di dekat perlintasan.
Rupanya, warga tersebut memang akan menyeberang perlintasan rel dari dari arah Kedungbadak ke arah Sukaresmi.
"Paling lewat sana," ujar warga mengarahkan ke arah Cilebut.
Kini warga yang biasa menyeberangi rel itu, mau tak mau harus melewati jalan memutar.
Salah satunya melalui perlintasan rel Gang H. Ghoni lalu ke Jalan Raya Cilebut agar bisa sampai ke wilayah seberang rel.
Maraknya kecelakaan jadi alasan kenapa area itu ditutup agar tidak jadi perlintasan warga.
Salah satu warga sekitar, Adi (39), mengakui bahwa di sekitar perlintasan rel itu memang sudah sering kecelakaan yang memakan korban jiwa.
"Sering di sana (kecelakaan), sama kemarin terakhir mobil," kata Adi kepada TribunnewsBogor.com.
"Selama saya tinggal di sini kebanyakan orang luar (korbannya), yang kecelakaan rata-rata meninggal semua," imbuh Adi.
Atas penutupan perlintasan rel ini, Adi mengaku mau tak mau harus memutar jauh ketika ingin mengarah ke Jalan Sholeh Iskandar.
Namun Adi menilai, penutupan ini tetap memiliki nilai positif.
"Kalau ditutup ya kita mau nggak mau. Tapi ada positifnya juga sih. Kita kalau ke sana ya ngeri juga sebenernya warga sini, buat pribadi saya ya," ungkapnya.