Waspada Tsunami Selatan Jawa, BPBD Jatim Bentuk Desa Tangguh Bencana di Lumajang
Wiwit Purwanto July 07, 2026 07:32 PM

 

SURYA.CO.ID LUMAJANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Darungan, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang.

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kesiapsiagaan warga menghadapi ancaman tsunami dan bencana hidrometeorologi.

Desa Darungan dipilih sebagai salah satu lokasi pembentukan Destana karena memiliki potensi terdampak tsunami dengan jarak sekitar 5 kilometer dari kawasan pantai selatan Pulau Jawa.

Selain itu, wilayah tersebut juga memiliki risiko banjir akibat luapan sungai yang kerap terjadi saat kondisi tertentu.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Jawa Timur, Deni Kiki Melia Tamara, mengatakan pembentukan Destana menjadi bagian dari upaya meningkatkan mitigasi risiko bencana melalui pemberdayaan masyarakat.

Baca juga: Pemkab Mojokerto Targetkan Minimal 2 Desa Tangguh Bencana Terbentuk Setiap Tahun

"Tujuan dibentuknya Destana untuk meningkatkan pengetahuan sehingga masyarakat tanggap bencana," ujarnya, Selasa (7/7/2026).

Menurut Kiki, masyarakat menjadi bagian penting dalam sistem penanggulangan bencana. Dengan adanya Destana, warga diharapkan tidak hanya menjadi penerima bantuan saat bencana terjadi, tetapi juga mampu melakukan langkah awal penyelamatan secara mandiri.

Saat ini, sebanyak 59 desa/kelurahan di Kabupaten Lumajang telah membentuk Destana. Sejumlah desa juga telah memiliki jalur evakuasi dan titik kumpul sebagai bagian dari kesiapan menghadapi kondisi darurat.

"Destana tersebut juga dilakukan pembuatan jalur evakuasi dan titik kumpul serta pemetaan kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil serta difabel," imbuh Kiki.

Lumajang Miliki 11 Potensi Ancaman Bencana

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Lumajang, Sultan Syafaat, menjelaskan kondisi geografis membuat Kabupaten Lumajang memiliki beragam potensi bencana yang perlu diantisipasi.

Wilayah yang dikenal sebagai Kota Pisang tersebut memiliki sedikitnya 11 potensi bencana, mulai dari gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, kekeringan, banjir, tanah longsor, abrasi, hingga kebakaran hutan dan lahan.

Baca juga: BPBD Jatim dan BNPB Rintis Program UMKM Tangguh Bencana di Surabaya

"Terdapat 11 potensi bencana di kabupaten Lumajang yang perlu diwaspadai dan dikurangi resiko bencananya," imbuhnya.

Menurut Sultan, pembentukan Destana menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat ketahanan masyarakat di tingkat desa. Dengan pemahaman yang baik mengenai risiko bencana, warga dapat lebih cepat mengambil tindakan ketika menghadapi situasi darurat.

Sementara itu, Kepala Desa Darungan, Eko Nur Hadi, berharap keberadaan Destana mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesiapsiagaan bencana.

Ia berharap warga tidak hanya memahami potensi ancaman di wilayahnya, tetapi juga mampu melakukan evaluasi dan penyelamatan secara mandiri ketika bencana terjadi.

"Semoga dengan dibentuknya Destana, masyarakat semakin memiliki kesadaran tanggap bencana," tambahnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.