Laporan M Rifqi Ibnumasy & Ikhwana Mutuah Mico
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA – Penyelenggaraan Warta Kota Awards 2026 bukan sekadar seremonial penganugerahan bagi para kepala daerah dan instansi berprestasi.
Lebih dari itu, ajang ini dirancang sebagai instrumen evaluasi untuk membangun budaya kinerja, memperkuat akuntabilitas, serta mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) secara berkelanjutan.
Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Warta Kota Awards 2026 sekaligus Peneliti Utama BRIN, Prof. Syahrir Ika, M.M., menegaskan bahwa kualitas kepemimpinan di daerah merupakan faktor mutlak bagi kemajuan bangsa.
"Suatu bangsa tidak hanya dibangun oleh kebijakan pemerintah pusat, tetapi juga oleh kualitas kepemimpinan di daerah. Kualitas kepemimpinan itu menjadi mutlak. Walaupun anggaran APBD sebesar apa pun, tapi leadership-nya kurang, maka daerahnya tidak akan maju," tegas Syahrir saat malam penganugerahan, Senin (6/7/2026).
Penilaian Independen Berbasis Bukti
Menjawab keraguan mengenai objektivitas penghargaan, Syahrir menjamin bahwa seluruh proses seleksi yang berlangsung sejak Mei hingga Juni 2026 dilakukan secara independen, objektif, dan berbasis bukti (evidence-based).
Tim panelis tidak hanya mengandalkan laporan statistik, melainkan melakukan verifikasi melalui kajian kebijakan, FGD, hingga wawancara langsung dengan masyarakat.
"Kami dari BRIN menjaga betul etika kepenelitian ini agar hasilnya memiliki integritas, transparansi, dan akuntabilitas yang tinggi agar dapat diterima oleh publik," ungkapnya.
Menurut Syahrir, apresiasi ini bukanlah bentuk pujian semata, melainkan pengakuan atas kebijakan dan inovasi yang memberikan manfaat nyata.
"Apresiasi itu bukan kita memuji mereka, tapi kita mengakui yang mereka kerjakan, kebijakan yang mereka buat, inovasi yang mereka lakukan, tujuannya bagus," tambahnya.
Ruang Kontrol dan Replikasi Inovasi
Warta Kota Awards dinilai memiliki peran penting dalam menyediakan ruang kontrol publik melalui keterlibatan media.
Melalui pengawasan dan evaluasi yang kontinu, pemerintah daerah diharapkan terus terpacu untuk melakukan perbaikan kualitas layanan.
"Dengan dibantu media yang bertahun-tahun seperti ini, publik bisa mengontrol. Kemudian bagi pemerintah sendiri ada spirit untuk melakukan perbaikan terus dan itu kontinu. Kalau kita diawasi, dikontrol, dilakukan perbaikan terus-menerus, maka kualitas layanannya bisa terus meningkat," papar Syahrir.
Ia berharap, keberhasilan inovasi di suatu daerah tidak berhenti sebagai kebanggaan lokal, namun dapat direplikasi oleh daerah lain untuk kemajuan bangsa.
"Kehebatan itu bukan milik satu daerah sendiri, tetapi menjadi kehebatan bersama bangsa. Kalau Warta Kota sudah membuat ini lalu menjadi mediasi daerah lain melakukan replikasi, berarti manfaatnya untuk bangsa," pungkasnya.