Laporan Yolanda Putri Dewanti
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berhasil menorehkan prestasi dalam ajang Warta Kota Awards 2026.
DKI Jakarta dinobatkan sebagai penerima penghargaan kategori "Anugerah Kepemimpinan Penguatan Festive Economy dan Ekonomi Perkotaan".
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen Pemprov DKI dalam mengembangkan ekonomi perkotaan melalui program inovatif yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat identitas Jakarta sebagai kota global.
Baca juga: Raih Predikat Pelayanan Prima di Warta Kota Awards 2026, LRT Jabodebek Siap Terus Berinovasi
Penghargaan diserahkan pada malam penganugerahan di Studio 1 Kompas TV, Senin (6/7/2026).
Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko, yang mewakili Gubernur Pramono Anung, menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan tersebut.
"Terima kasih tentunya kepada Warta Kota. Dalam perayaan ulang tahun ke-27 Warta Kota, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendapatkan penghargaan yang luar biasa ini. Kami mewakili Bapak Pramono Anung, Gubernur Provinsi DKI Jakarta, mengucapkan selamat ulang tahun ke-27 sekaligus terima kasih atas penghargaan yang diberikan," ujar Sigit.
Fokus pada Festive Economy
Sigit menjelaskan bahwa Pemprov DKI terus mengembangkan konsep festive economy sebagai strategi utama.
Melalui festival budaya, seni, hingga olahraga yang diselenggarakan sepanjang tahun, Jakarta ingin menciptakan perputaran ekonomi yang luas sekaligus ruang interaksi sosial.
"Kami ketahui bersama bahwa Jakarta adalah kota yang memiliki pilar industri dan jasa. Festival-festival yang dikembangkan, terlebih menjelang lima abad Kota Jakarta pada 2027, menguatkan komitmen kami untuk mewujudkan Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional dan juga bagian dari kota global dunia," katanya.
Tidak hanya sektor ekonomi, Pemprov DKI juga berkomitmen penuh pada penyediaan ruang publik yang inklusif.
"Harapannya festival yang kami buat bisa menjadi tempat tumbuhnya ekonomi masyarakat. Sekarang minimal Bundaran HI adalah milik semua, dan itu merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bahwa Jakarta siap memfasilitasi semuanya," ujarnya.
Sigit menegaskan, penghargaan ini bukan tujuan akhir, melainkan motivasi bagi jajaran Pemprov DKI untuk terus meningkatkan pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan secara kolaboratif.
"Penghargaan adalah motivasi dan penyemangat bagi kami untuk terus melakukan perubahan dan perbaikan dalam memastikan kualitas penyelenggaraan pemerintahan berjalan optimal, sekaligus memberikan kepercayaan kepada masyarakat," pungkasnya.